The Noob's Profile

My photo
Random rant, Random reviews, Random story... You can found all random things on here :)
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Tuesday, 26 January 2016

Petak Umpet Minako: Saat Bahaya Memperlihatkan Yang Sebenarnya

"Tidak ada orang yang peduli nyawa orang lain ketika nyawanya sendiri berada di ujung tanduk!"
Kaisar  
Baron, seorang tipikal pekerja kantoran harus terpaksa menikmati pekerjaannya di kantor ketika hari reuni dengan teman-teman SMAnya tiba. Malam yang seharusnya menyenangkan itu berubah ketika Gaby, pacarnya mengatakan kalau mereka akan pergi ke gedung sekolah mereka yang sudah ditutup karena acara reuni mereka di restoran sudah selesai untuk kembali melanjutkannya. Saat berangkat menuju ke sekolah mereka, Baron mendapat SMS dari Gaby yang menyinggung soal sebuah "upacara" yang akan teman-temannya lakukan di sekolah itu, tanpa menyadari bahwa SMS itu akan menjadi SMS terakhir Gaby malam itu. Pemuda itu akhirnya memasuki halaman sekolahnya tanpa tahu apa yang sebenarnya ia akan hadapi di dalam sana...

Again, akhirnya setelah sekian lama saya ngereview juga novel horror lain dan pilihan saya jatuh ke Petak Umpet Minako... Ini novel legend, booming di Kaskus dan baru lanjut ke dalam bentuk novel. Dulu gue sempet baca 2 bab pertama (Baron dan Kegilaan) tapi ya abis itu gak pernah baca lagi karena emang belom punya bukunya. Dan akhirnya, kemaren pas hari Sabtu, beli juga gue bukunya... (Mungkin yang tau twitter gue pernah liat gue ngetweet lagi baca bukunya sambil berdiri 1.5 jam di Gramedia Mall Bali Galeria dua hari sebelumnya (dan langsung galau karena sesuatu dalam novelnya))

"Tidak ada yang bisa selamat jika sendirian malam ini!"
Baron
Jujur, gue seneng cerita horror sih dari dulu apalagi yang berbau misteri atau pembunuhan atau apalag, gue kurang demen sama hantu-hantu. Buat gue novel ini jalan ceritanya cukup seru, di awal lu udah dibikin deg-degan dengan penggambaran detail dari kekosongan dan kejanggalan yang terjadi. Gue sempet baca beberapa review soal novel ini sebelum beli yang bilang pas di bagian tengah-tengah (Bab 7 tepatnya) itu ngebosenin, gue agak kurang setuju sih sama pendapat ini. Menurut gue di bab 7 itu, tensi ceritanya agak turun, emang bener tensinya turun tapi menurut gue itu mendingan daripada dihajar terus... Setidaknya readers dikasi kesempatan buat "ambil napas" sebelum dihajar dengan ketegangan lagi di bab berikutnya (bab 9 tepatnya kalo ini). But abis itu sih, clear, gak ada masalah... Tensi ceritanya naik terus dan cuma turun di bab 7 dan 8, sisanya sampe akhir tetap dijaga tegang (bahkan di epilog pun tetep tegang jadinya). Oh ya, gue juga gak nyangka endingnya (dan beberapa bagian di bab-bab terakhir) ternyata plot twist abis... (ya kalo mo tahu plot twistnya kayak apa, jawabannya agak uh something, itu aja)

Satu yang agak bikin bingung sih, inkonsistensi... Soalnya ada beberapa data di bagian awal bab yang beda dengan apa yang terjadi di bab belakangnya, terutama ketika bagian Baron diinterogasi oleh polisi di akhir cerita... Entah gue yang salah ngitung atau gue salah baca atau gue yang lagi mabok, gue merasa ada beberapa yang jumlahnya beda di keterangan di sana dengan yang udah dibaca sepanjang cerita. Ya ngertilah ya...

"Aku percaya pada keputusanmu, apa pun itu. Dan... Kalau hal yang terburuk terjadi, seandainya... Seandainya saja aku tertangkap dan berubah... Aku ingin kau yang membunuhku,"
 Kaisar
 One thing yang bisa dijadikan pelajaran di novel ini, dan mengutip juga kata-kata dari bossnya Baron di ending:

"Semua orang akan menunjukkan sisi asli diri mereka jika berhadapan dengan tekanan dan ketakutan,"

It's true... Bahkan untuk kasus dalam novel ini, elu bisa saling bunuh kalau berada dalam keadaan terdesak macem gini. Pernah nyadar kalau pertemanan itu kadang penuh manipulasi dan tipu muslihat? Di novel ini, hal-hal semacem itu bakalan keliatan jelas karena mereka sedang "bermain" dengan menggunakan nyawa mereka sendiri. Siapa sangka temen yang tadinya baik-baik dan menyelematkan ternyata menjerumuskan di akhir? Siapa sangka juga kalau orang yang tadinya dikasihani ternyata menyimpan dendam lama? Tidak ada yang tahu, hanya tekanan yang bisa membuka itu semua.

"Kurasa karena... Berusaha mewujudkan impian itu adalah hal yang wajar. Semua orang pasti memiliki impian atau targetnya sendiri, tapi sedikit sekali yang benar-benar berusaha mencapai dan akhirnya mewujudkannya. Orang yang jujur, dan tidak malu mengejar impiannya sekuat tenaga biasanya tidak memiliki rahasia dalam hidupnya,"
Baron
Terakhir, i heard novel ini udah dalam tahap pembuatan filmnya (dan salah satu karakternya diperankan sama salah satu anggota favorit gue di JKT48 yang sudah lulus 2015 kemarin, Novinta), so i really looking forward for this movie... Still curious about who's gonna playing as my favourite character in this novel (you can guess it really easy, the keywords is "King" and "football"). Menurut berita sih rilis Mei tahun ini, jadi ya kita nantikan saja bagaimana hasilnya...

Ya berharap sih semoga scene kematiannya Kaisar dibikin bagus dan feelsnya dapet kayak di novel...

Know your friend, know your enemy... Sometimes, your friend can be your enemy in disguise and sometimes, your enemy can also be your friend...

Sunday, 15 November 2015

Review Random nan Sotoy (RRS): #Nusantarap Bali (13 November 2015)

BREAK: Turut berduka cita atas kejadian teror serta gempa yang terjadi di sejumlah negara kemarin malam (Perancis, Jepang, Lebanon, Palestina dan beberapa daerah lainnya). May your soul lay rest in the peace, our prayers will always be with you...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

So, apa kabar semuanya? Tanpa terasa beberapa ratus views lagi, blog ini akan mencapai 10k views juga (akhirnya setelah sekian tahun...). Keep reading folks, okay?

Jadi kemaren malem saya abis nonton Hiphop Tournya Mas Pandji Pragiwaksono (buat yang gak tau, dia adalah salah satu stand up komedian di Indonesia. BUAT YANG MASIH GAK TAU, dia dulu bawain program acara "Kena Deh" di salah satu TV swasta Indonesia. Yang MASIH GAK TAU JUGA? Ke laut aja sana...). Dia rapper? Ya, saya aja baru tau beberapa bulan lalu kalo dia rapper (iya, silahkan hujat saya, saya bukan fans yang baik hoho)

Mohon ijinkan saya memulai review (random dan sotoy) saya malam ini...

INTRO

Hari Jumat kemarin dimulai dengan teriak-teriak jam 3 pagi di atas tempat tidur setelah sakit kepala yang gue derita hampir selama dua mingguan ini mendadak memburuk dan bikin gue kagak bisa tidur. Gue baru bisa tidur sekitar jam setengah 7an dan bangun jam 8 karena gue udah terlanjur janji sama temen gue buat ke dokter pagi itu.

Skip...

Dengan keadaan kepala kayak gitu, gue concern apakah malemnya gue bisa nonton Pandji ngerap di Lippo Mall Kuta. Tapi ternyata Tuhan berbaik hati pada gue, gue akhirnya bisa tidur jam setengah 1an dan baru bangun menjelang jam 6 sore... Setelah sedikit berberes, langsung capcus lah saya ke Lippo Mall...

Sampe di Lippo, gue ngaso di kedai kopi seberang (baca: Starbucks) menikmati segelas teh manis anget seharga 24k (teh manis anget aja segini, gak heran deh, aer putihnya aja 11k) sambil ngeliat panggung di depan... Sempet ngetweet juga di Twitter dan langsung di retweet sama empunya acara...

Jam 19.30 WITA tepat, the party begin...

PERFORMANCE

Gue gak ngitung Pandji bawain berapa lagu, tapi dari info katanya 17 lagu (saya gak ngitung soalnya, cuma nikmati aja). Performance malam itu sukses bikin gue ketawa ngakak dan menggoyangkan badan, persetan sama sakit... (walaupun di sepanjang acara gue agak nahan pusing dan telinga sebelah kiri gue beberapa kali mengalami gangguan suara). Di empat lagu terakhir gue malah udah asik goyang aja, kayak udah lupa sama daratan (gak, gue gak giting... Gue emang kuat ngebir tapi gue gak suka giting, thank you...)

Actually, gue gak di lapangan sejak awal acara, gue mulai turun ketika lagu Melawan Lupa dikumandangkan, sebelumnya gue masih tetep ngaso di kedai kopi seberang (yang membuat saya dengan sukses lagi-lagi dikenali sama para waiternya)

Sesekali si Pandji ngelempar jokes di tengah acara, bikin gue ngakak. Bagian paling ngakak terutama pas bagian cebok di luar negeri sama intel...

Dan kemaren sempet ada freestyle rap sama penonton, gue salah satu yang ngelempar kata random giting ke dia ngoahahaha...

Lagu terakhir, Lagu Melayu pecah abis, orang udah pada joget dengan lepas, si Pandji turun ke tengah crowd dan DUAR! Orang-orang pada loncat gak karuan (termasuk gue)... Bener-bener berasa kayak lagi clubbing udah itu malem...

PLAYLISTS

Sebut saya fans yang buruk karena saya bener-bener gak tahu judul-judul lagunya yang dia bawain T____T (Terus semalem langsung donlod lagunya, itu juga Mixtape #Pemanasan doang), tau cuma karena sempet denger beberapa kali tanpa pernah tau judulnya.

Dari sekian banyak lagu, gue akan sebut beberapa lagu yang "berbekas" menurut gue.

Lagu "Dengan Tenang" adalah lagu favorit gue dari sekian banyak lagu (beserta dengan lagu terakhir) yang dibawain. Lagu yang justru isinya lebih kayak surat wasiat ini bercerita soal kegelisahan Pandji terhadap keluarganya ketika dia udah gak ada atau ketika dia harus masuk penjara, karena dia tau resiko ketika bersuara lantang adalah, entah dipenjarakan atau dimusnahkan (dalam lagu itu, disebut dengan istilah "dimunirkan" atau "diwijitukulkan" (Munir dan Wiji Tukul adalah contoh 2 orang Indonesia dari sekian banyak kasus yang "dihilangkan" karena terlalu vokal dalam menyuarakan pendapat mereka menurut kalangan atas)). Like "we never know when God will take us from the world, either very fast or it will be later.." . Abis denger lagu itu, mata gue berkaca-kaca, malah keinget sama temen yang udah meninggal setahun lalu (gak ada hubungannya padahal), but well, gak ada yang tahu kapan orang akan pergi toh?

Lagu berikutnya adalah 'I Remember". Lagu yang kata Pandji mirip kayak lagu Kahitna versi hiphop (dan bisa digabungkan dengan goyangannya Om Hedi Yunus) ini bikin gue keinget pacar yang menunggu dengan setia di Jakarta... Since kami sebentar lagi hampir 7 tahun pacaran... Gak, gue gak khawatir kagak bakalan dikawinin since gue baru 20 tahun ini, gue lebih takut kalo udah jalan terlalu jauh sama dia ujung-ujungnya malah kagak jadi... Untung aja sejauh ini jalan kita berdua baik-baik saja, haha...

Next sebenernya masih ada banyak lagu yang saya tidak tahu judulnya tapi lumayan membekas. Salah satu contohnya adalah lagu yang soal selingkuhan (dimana saya mengaku saya pernah selingkuh dan orang-orang di tengah lapangan itu juga banyak yang ngaku begitu XD)

Lagu terakhir yang gue singgung di atas, Lagu Melayu jadi lagu paling pecah kemaren... Lagu yang verse pertamanya menceritakan soal kekayaan serta ciri khas Indonesia (mo nyari pemandangan, kuliner, jalan-jalan bagus? Indonesia aja, ngapain ke luar?) bikin gue senyum-senyum sendiri dengernya, sambil sesekali bilang "noted". Tar kalo dah sukses, gue keliling Indonesia deh...

OVERALL

It's such a good night kemaren, dopping selama dua jam gak percuma rasanya abis nonton huahaha... Dan satu hal lagi yang asyik kemaren adalah, eventnya gratis, di luar mall, di daerah yang lumayan padet jadi nyari kendaraan pulang gak susah hohoho

Saya sangat puas terhibur dengan aksi seorang stand up comedian, rapper, dan sekaligus host yang juga menjadi rapper pertama yang minum jamu di atas panggung serta rapper pertama juga yang semua cover albumnya senyum...

HIGHLIGHT

- "Pandji yang stand up comedian itu?"
Actually, pas gue pulang abis nonton naik taksi "Burung Biru", si supirnya nanya ke gue...
g
Si Supir (SS): "Itu di Lippo tadi ada rame-rame apa ya?"
Me: "Oh itu Pak, tadi ada Pandji ngerap di sana..."
SS: "Pandji?" *trus kayak mikir lama gitu*
Me: "Iya Pak, Pandji Pragiwaksono yang stand up comedian itu..."
SS: *Masih bengong lama mikir*
Me: "Yang dulu bawain acara "Kena Deh" di TV itu loh Pak..."
SS: *Masih mikir*
     : "Oh iya, iya, yang sering stand up di TV itu ya?"

Lu cukup terkenal kok Mas, sayang butuh waktu lama buat sopir ini nyadar...

- Rapper pertama yang minum jamu di atas panggung dan rapper pertama yang senyum di cover albumnya

- Mention (?) dan foto bareng XD
Thanks a lot, bang... Gonna treasure it dan gue tunjukin ke sepupu gue kalo gak cuma dia yang pernah foto sama elu, wakakakaka

-A Big Deep Bow Down for Pandji, EndruMarch and all the crews for the night...
Terima kasih udah menghibur Bali, selamat melanjutkan tur #Nusantarap... Semoga mengulangi kesuksesan yang sama dalam setiap karyanya...

Tuesday, 3 November 2015

Review Random nan Sotoy (RRS): Tekken 7 (Arcade Version: J04)

Jadi kemaren kan sempet pulang Jakarta beberapa hari dan lumayan lah dapet waktu main tiga harian pas balik itu... Lumayan bisa dipake buat ngetest game baru, alias Tekken 7 XD

By the way, review ini cuma ambil sedikit sudut pandang non pro iseng aja, kalo ada sesuatu yang terasa offensive, mohon dimaafkan...

Intro
Gue mulai masuk ke dalam dunia Tekken itu sejak 7 tahun yang lalu mungkin pas akhir Tekken 5 DR dan mulai masa transisi masuk ke Tekken 6 waktu itu... Gue kenal Tekken dengan cara yang sedikit berbeda dengan orang lain. Kalau orang main Tekken biasanya dari seri awal (seri PS1 : Tekken 1-3), gue kenal Tekken justru dari Tekken 5 dulu baru main ke Tekken 3, karena pada masa itu gue belom punya PS 2, setelah masuk SMP gue baru punya PS 2 dan lanjut main di Tekken 5. Balik lagi, gue mulai terjun ke dunia arcade awal 2008, pas Tekken 6 baru keluar di Indonesia setelah kenal di sebuah forum namanya Indotekken. Gue sebagai pemain bukan pemain jago sih cukup menarik dengan segala kesulitan di gamenya karena gue pemain baru saat itu. Tapi tetep aja seru karena komunitas Tekken arcade saat itu hidup banget, apalagi setelah itu ada expansion Bloodline Rebellion segala dan berlanjut ke TTT2.

2014an kalo gak salah, Namco mulai umumin soal Tekken 7 dan gue mulai kayak tertarik balik setelah hiatus di TTT2. Setelah Jepang akhirnya dapet duluan di Februari 2015, dan Korea gak lama setelahnya, kita di SEA dapet ngerasain gamenya juga mulai awal Oktober kemaren, hanya saja karena gue emang lagi di luar kota, makanya gue baru bisa mulai main pas akhir Oktober kemaren, berhubung juga gue memang balik sengaja mau nyoba Tekken 7 doang (ini serius loh)

Ada 2 lokasi yang bisa lu datengin jika mau mencoba Tekken 7 di Jakarta. Yang pertama Puri XXI di daerah Jakarta Barat dan yang kedua Gading XXI di Jakarta Utara. Ini saran dari gue, kalo lu mau mencari tempat yang selalu rame setiap hari, banyak pemain jagonya dan elu udah yakin dengan skill yang lu punya, gue persilahkan elu ke Puri XXI karena emang di sana mayoritas "penghuninya" adalah pemain-pemain jago (R-Tech, Hero, Pyro, Jovian, Javier, Lee_yo, Kyoshiro, dll). Tapi kalau elu belom merasa yakin dengan skill yang elu punya, pengen ngarepin scene Tekken yang normal, atau mau nyari tempat latihan yang agak sepi, silahkan datang ke Gading XXI karena memang di sana (berdasarkan hasil pantauan dua hari main di sana) sepi pas hari biasa walaupun emang tempatnya punya reguler masing-masing (Brother_Dyon, Abhi, Irvan Dreamcatcher, dan kalo main maleman dikit bisa ketemu pemain Korea namanya Lee a.k.a Soonfal), tapi Sabtu dan Minggu biasanya isinya cuma random player dan lebih gampang naikin kartu untuk yang belum percaya diri dengan skillnya.

Oke, kita lanjutkan ke bagian berikutnya...

Gameplay
Sebelom masuk bagian intinya, gue mau menjelaskan dulu beberapa hal soal perubahan gameplay di Tekken 7

Tekken 7 nerapin tiga sistem baru yang beda dari dua seri Tekken sebelum yang punya sistem kurang lebih sama (Tekken 6 dan TTT2). Yang pertama adalah tailspin, di Tekken 6 dulu kalau mau extender juggle seperti yang kita tahu kita harus gunakan suatu move yang disebut dengan bound. Ketika move bound dipake, kaki char yang kena gerakan itu akan sedikit keangkat dan bikin kita bisa extent juggle yang kita pake. Di Tekken 7, sistem ini dihapus dan diganti sama sistem namanya tailspin. Sifatnya kurang lebih sama kayak bound, tapi char yang kena tailspin akan mental lebih jauh dibandingkan dengan saat dulu dibound, sehingga kita juga gak bisa pake move dengan hit terlalu banyak karena ketika kita lakukan tailspin, si karakter yang kena bakal mental jauh banget dan extent juggle yang kita masukin belum tentu kena ke mereka.

Kedua adalah Power Crush. Ability ini kalau dipake di saat yang sama dengan musuh mengeluarkan sebuah move, kita akan menyerap damagenya tanpa kena efek serangnya dan serangan kita yang akan masuk ke musuh. Tapi perlu diperhatikan juga karena kadan damage seranga musuh yang kita serap lebih banyak daripada damage yang kena ke musuh... Ya kecuali kayak punya Hwoarang yang power crushnya ngejuggle, itu beda lah ya...
Ketiga dan terakhir adalah sistem Rage Arts. Ada yang masih inget Rage? Rage adalah Keadaan ketika bar HP kita udah berkurang sampe tinggal dikit (20% ke bawah kalo gak salah), maka bar HPnya bakalan kedip2 warna merah, biasanya efeknya nambah damage serangan sekitar 10% kalo gak salah. Ini sistem yang sebenernya udah diterapin di Tekken 6, tapi di Tekken 7 dapet sedikit modifikasi. Ketika char kita rage di Tekken 7, char yang kita gunain bisa menggunakan Rage Arts, semacem special move yang cuma bisa digunakan ketika keadaan Rage (dengan catatan, setelah dipake, Rage karakter kita akan ilang). Damage clean hitnya termasuk gede tapi kecil kalau dimasukkan ke dalam ender juggle. Property move ini sama seperti power crush, ketika lu pake gerakan apa, dia akan tetap tembus (kena) ke musuh, dengan catatan juga health yang kita punya masih cukup setelah kena gerakan dari lawan. Kelemahan sistem ini adalah bisa diblock atau ditundukkin (full crouch), bisa juga di SS (sidestep) serta minusnya lumayan besar. Jadi kalau meleset, ya siap-siap aja bertemu ajal (ya gak gini juga sih, tergantung mainnya gimana... Kalau gak rapi ya resikonya langsung mati abis diblock). Oh iya, Rage Arts juga bisa diparry (untuk reversal, belom ada buktinya bisa atau gak, tapi kalau parry udah bisa) serta tiap karakter punya property hit yang beda-beda (hitnya bisa low (Lucky Chloe), High (Alisa, dll), atau mid (Asuka, dll)), beberapa juga punya property pushback ketika on block...

Pertama kali nyoba main game ini ternyata gak sesusah ketika transisi dari Tekken 5 ke 6. Mungkin juga karena gue udah ngerasain sistem bound segala macem dari Tekken 6 jadi ketika di Tekken 7 ada sistem tailspin yang mirip-mirip bound, udah gak kagok lagi. Dan sekarang juga gue udah harus pinter-pinter manage life bar karena mainnya kembali lagi jadi 1 orang aja. Damage scalling di game ini juga agak aneh, kadang juggle panjang damagenya cuma seiprit, tapi poking dikit-dikit bisa kadang sisa setengah life bar lu...

Selebihnya, gue udah nyaman sih sama game ini, mungkin buat yang belom biasa sama tailspin bisa nyoba-nyoba lancarin juggle+bound+ender dulu di Tekken 6 atau TTT2. Soalnya ngebantu banget buat pelajarin lagi sistem tailspin yang punya mekanisme kurang lebih sama.

Oh iya, buat yang seneng sama sistem floor break, balcony break dan kawan-kawannya, sekarang ada multiple floor break di salah satu stage, so let's the party begin with floor break...

Grafik
Dari awal sih game ini dipake Unreal Engine 4, dan gue liat dimana-mana gambarnya sih bagus . Silahkan cari aja sendiri beberapa cuplikan orang main di Youtube, berani jamin gambarnya termasuk oke.

Tapi kemaren pas masuk Indo, si Dyon sempet bilang gambarnya ada beberapa kayak pecah-pecah gitu pikselnya dan emang gue buktiin sendiri gitu sih, terutama di stage hutan (Jungle Outpost) dan stage salju (Arctic Snowfall). Di beberapa stage kadang malah lag karena ada beberapa effect, seperti di stage atap gedung (Twilight Conflict). Kalo kata Liz sih, katanya karena kita di Indonesia masih pakai mesin Tekken 6 jadi belum mensupport penuh engine Tekken 7, jadi ada beberapa fitur yang tampil kurang oke.

Sistem (Multiplayer Mode, Practice Mode, VS CPU Mode)
Di sini gue berbicara mengacu pada sistem mesinnya, bukan gameplay lagi...

Sekarang mesin di Indonesia sistemnya jadi satu mesin satu pemain, bukan satu mesin dua pemain lagi kayak dulu. Ini mungkin karena mereka pengen buat pemain juga ngerasain sistem Pick Side. Kita bisa milih mau main di posisi Left atau posisi  di layar. Contoh, elu pick posisi Left, maka char lu ada di posisi player 1 di layar, begitu juga sebaliknya. Ini gak berpengaruh sama lawan lu, karena lawan lu bisa milih posisi yang sama dengan posisi yang lu ambil karena kedua layarnya terpisah. Sistem ini aslinya dibuat untuk pemain yang misal EWGFnya gak lancari di player 2, atau dash kurang lancar di player 2 dsb...

Gue rasa, ke depannya pas mesinnya ditambah, kita bisa main sama pemain di mesin yang cukup jauh sama kita asal tergabung dalam jaringannya aja (kalo mau tau tergabung atau gak mesinnya, sebelum main ditampilin pilihan siapa aja yang lagi main dan bisa ditantangin).

Updatean paling keren sih Revenge Match, satu sistem yang bikin elu bisa nantangin orang yang ngalahin elu tanpa perlu balik ngetap kartu dan balik ke layar pilih char dan pilih stage. Kalau kena demotion risk dan gak pengen kartu lu turun, pilih Special Revenge Match (tapi ya lu harus masukkin dua kredit sih). Cuma ya jadi rese banget, kadang lagi rame terus pemain di depan yang lagi maen di mesin terus-terusan Revenge Match... Kapan maennya kalo gitu?

Selain itu juga ada Practice mode di game ini, lumayan lah walaupun cuma 5 menit, hampir semua option yang biasa elu jumpai di Practice mode Tekken itu ada, kecuali capture move..

VS CPU sekarang cuma 5 stage, sub boss Heihachi, final boss Kazumi. Kalau elu ngalahin Kazumi sekali, dia akan berubah jadi Devil Kazumi di stage berikutnya (buat yang main TTT2, mirip-mirip sama Unknown). Kabar gembiranya, Kazumi dan versi Devilnya gak serese Unknown di TTT2 yang udah kayak lawan pemain beneran, jadi harusnya cukup mudah buat dilawan (ya gak cupu juga sih itungannya, so-so lah... Yang rese itu terutama macannya dan lasernya)



 Tiga gambar ini menunjukkan fitur-fitur dari Tekken 7. Ada menu practice mode (sebelah kiri), menu awal ketika pertama main (sebelah kanan), dan pick side mode (bawah)


Character
For me, 27 itu terlalu dikit... Masih banyak char inti yang belum masuk kayak Lei, Nina, Lee, Eddy, Mokujin, bahkan Kuma yang maskotnya game ini sendiri belom masuk...

Firasat sih bilang bakal ada versi *R game ini, dan karakter-karakter yang belom nongol saat ini bakalan masuk di sana (kecuali beberapa yang emang udah ditandakan gak akan masuk lagi)

Costumization and Card
Say goodbye to ghost mode... Sampe sekarang belom pernah liat ada yang main lawan ghost, jadi gue asumsikan sistem ini keknya dihapus... Gak tau tapi ke depannya...

Untuk sekarang sistem costumization itu ngedevelop item. Bingung? Jadi begini, Tekken 7 udah gak nerapin sistem beli item untuk costumization lagi sekarang (gold itu dipake untuk beli title, tile, panel, dll segala macem yang berhubungan dengan player, bukan character), semua item costumization itu didapet dari gacha (kadang dari item box juga yang bisa didapatkan kalau point anda pas main udah 1000). Gak sampe situ, yang kita dapet di gacha juga bukan itemnya langsung, tapi blueprint... Blueprint itu bisa didevelop pake orb yang kita dapetin dari daily bonus (iya, sekarang sistemnya daily bonus. Dateng aja ke arcade tiap hari terus tempelin kartu lu deh di mesin Tekkennya) atau item box. Orb dan blueprint nya pun macem-macem raritynya (*3 sampe *5 kalo gak salah).  Baru dari situ kita bisa dapetin item untuk costumization char kita. Untuk bagian ini gue belum terlalu ngerti karena masih baru juga... So i will update it later maybe...

Kabar gembira lainnya, kalau elu pakai banapass dari TTT2 (lu pernah main TTT2 di banapass itu) dan ada char elu yang ranknya 1 Dan, otomatis char lu di Tekken 7 juga akan 1 Dan semua ranknya (dengan catatan elu harus main 1 char sampe 1 Dan dulu, baru berlaku)

Harga
Ketakutan yang dulu sempet gue sebutkan akhirnya kejadian... Harga sekali mainnya 10k men... Iya, Rp. 10.000,00... Gile, gak masuk akal banget... TTT2 aja udah gak masuk akal, apalagi sekarang udah main cuma satu char aja... Mungkin sudah saatnya ada pergerakan di antara pemain Tekken untuk menuntut keadilan :p

Overall
Kalo main sekali-sekali ini game masih oke sih, malah kalo kita jarang main asal ke arcade tiap hari juga gak papa. Toh bisa ngambil daily bonus kan...

Overall, gue seneng sama seri baru ini, berharap biar ada tambahan character berikutnya karena sekarang variasi charnya terlalu dikit juga...

Karena ini review sotoy-sotoyan aja, gue juga gak mau komentar banyak sih, silahkan komentar sendiri aja di bawa kalau mau haha... Mau tanya-tanya juga silahkan, gue akan coba jawab sebisa gue

Link
Character move list + juggle (video):
https://www.youtube.com/playlist?list=PLUw8WndM3KBO5HFDywrb9mTmwdCOO0ozN

Forum Diskusi Tekken  (International):
http://www.tekkenzaibatsu.com/forums/

Forum Diskusi Tekken (Indonesia):
http://www.indotekken.com/forums/forums.php

Info Game
Tekken 7
Harga: 10 k per sekali main
Lokasi: Puri XXI (1 pasang), Gading XXI (1 pasang)

Wednesday, 27 August 2014

Linimasa: Sisi Kelam Sebuah Kicauan, Ketika Kata-Kata Berubah Menjadi Senjata Perenggut Nyawa

"Terima kasih buat temen-temen yang udah maki-maki gue. Semoga kita ketemu lagi. Jalan yang gue pilih adalah jalan Tuhan" 
Tweet terakhir Tatiana 
Linimasa: Sisi Kelam Sebuah Kicauan bercerita mengenai seorang cewe bernama Tatiana, typically nerd (gak, gak, gak ada maksud ngatain gue, nerd di sini punya arti hobi belajar dan pinter) dan biasa-biasa saja yang dibenci oleh kawan-kawannya (ya biasa dengan alasan klise, sok pinter, sok kecakepan dan beberapa hal bullsh*t lainya). Di sebuah hari Senin, dia ditunjuk untuk menjadi panitia seminar dalam rangka memperingati ulang tahun sekolahnya bersama dengan 5 orang pengurus OSIS lainnya: Debbie, Fransiska, Alaka, Dimas dan Nando. Semua berjalan lancar hingga pada saat seminar, sebuah insiden terjadi dan Tatiana lah yang disalahkan. Dengan bantuan media sosial berupa twitter, mereka berusaha untuk "membunuh" Tatiana perlahan. Namun, siapa sangka jika kicauan mereka ternyata benar-benar membunuhnya?

Inti cerita dari novel (iya novel, aneh ya gue tiba-tiba ngeresensi ngomongin soal novel?) ini adalah mengenai cyber-bullying. Yap, hal kelam dari medsos yang jarang orang perhatikan dan orang rasakan. Padahal, setidaknya kita semua pernah melakukan cyber-bullying satu kali (entah itu ke temen sendiri, ke musuh, ke public figure, ke pemerintah).Dan setidaknya kita juga pernah merasakan dibully satu kali atleast seumur hidup (kecuali lu orang hebat yang kerjanya malah ngebully orang dibandingkan elu dibully karena orang takut dengan elu atau elu orang yang terlalu sempurna untuk dibully).

Gue pernah ngerasain hal itu setidaknya 2 kali (tapi rasanya kok 3 kali ya?) . Yang pertama adalah pas kelas 1 SMA dan yang kedua Februari 2013 silam. Tapi well, gue gak mau bicarakan soal itu, udah lewat dan saat ini yang gue lakukan kalo ada orang yang berani ngebash, nyindir atau ngehina gue adalah : "Keep calm, dan Balaslah dengan indah" . Mendingan gue ngebales daripada diem, mau sampai kapan dihina dan ditindas terus? Pantes gak pernah maju negara ini kalo gitu...

In other hand, kita sering menghina orang, entah itu public figure (yang rajin dibully di twitter atau medsos sih Syahrini sama AgnesMo ya setau gue), entah itu temen sendiri, entah itu orang diluar sana yang terlibat suatu kasus, atau siapa aja lah. Tapi pernah kita mikirin perasaan orang yang kita maki-maki? Buat public figure mungkin bukan jadi suatu masalah buat mereka karena pekerjaan mereka membuat mereka harus terbiasa mendapat kritik-kritik dari masyarakat, tapi buat temen-temen kita sendiri? Apa gak pernah ada rasa bersalah ketika lu menuliskan kata "mati aja lo" buat temen yang lu benci di twitter? Atau gak pernah ada rasa menyesal pernah menulis kata-kata menyakitkan?

I really recommend this book, dan seperti apa yang penulisnya katakan di bagian akhir buku ini: Buku ini menjadi renungan buat siapa aja bahwa hal kecil seperti sebuah tweet dapat melahirkan sebuah malapetaka

Kita tidak pernah bepikir bahwa kata-kata yang kita ucapkan dapat melukai seseorang sampai kita melihat hasil dari apa yang kata-kata itu dapat perbuat pada seseorang dengan mata kepala kita sendiri