Um, adakah orang di sini yang pernah merasa ngomong sembarangan tentang sesuatu (atau punya insting tentang sesuatu yang elu kagak tau kenyataannya) dan itu beneran terjadi (entah di kemudian hari atau gak lama setelah itu)...?
Gue dua-tiga tahun belakangan ini sering sekali mengalaminya...
Gak tau, apa emang gue yang hobinya ngomong ngasal dan ngaco tapi kok dipikir-pikir sering banget ada kejadian omongan gue jadi kenyataan...?
Misal dan contohnya:
Tahun 2017, waktu itu Jakarta abis ujan gede banget dan beberapa daerah banjir termasuk daerah Kelaga Gading (yang tingal di sini pasti tau lah ya). Nah gue kan ada janji ya sama Lizanias mau main ke MKG waktu itu, tapi masalahnya adalah malam sebelom kepergian kita ke sono, ada berita kalau daerah Kelapa Gading itu banjir. Besok paginya, kan kita ngobrol ya soal jadi atau tidaknya rencana kita
Me: "Ayolah, pergi aja,"
Him: "Gak mau ah, masih banjir di sono setau gue," (FYI, gue gak baca berita atau liat foto apapun soal Kelapa Gading pagi itu, bener-bener gak tau soal kondisi daerah sana)
Me: "Percaya sama gue deh, MKG KAGAK BANJIR, JALANANNYA UDAH KERING," (Perhatikan kalimat yang gue caps)
Him: "Ah, gak percaya gue, sana kan surutnya lama,"
Lalu apa yang terjadi?
Lauren berantem sama Lizanias karena batal ke MKG
Lauren ke MKG (bareng nyokap)
Jalanan sepanjang Sunter - MKG KERING TOTAL
Lauren pulang-pulang dari MKG teriak di Whatsapp "TUH KAN APA GUE BILANG?? LU GAK PERCAYA SIH!!"
Itu beneran terjadi loh wkwkwk...
Dan masih banyak hal lagi yang jadi kenyataan lainnya dari omongan gue (termasuk TWT 2019 punya tipe event baru , sudah diramalkan jauh-jauh hari dari pertengahan 2018)
Mungkin gue ini punya sixth sense yang baru kebangun? Lol (ngaco deh gue, keknya kebawa dari project gue yang lagi bikin cerita soal anak-anak yang punya kekuatan ajaib)
Tapi yang jelas dari kejadian-kejadian kek gini, gue jadi gak mau ngomong sembarangan lagi...
Siapa tau malah jadi kenyataan kan?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
INTERMEZZO:
Gue sekarang punya podcast sama Lizanias yang ngomongin soal Tekken dan turnamen-turnamennya.
Nama podcastnya Tekken Past 12
Update episode baru setiap hari Jumat, rekaman tiap awal minggu (Minggu malam - Selasa malam)
Silahkan kunjungi Youtubenya jika pengen nonton dan silahkan subscribe jika menurut kalian channelnya menarik...
Thank you ^^
The Noob's Profile
- HikariKazama (Reinscape)
- Random rant, Random reviews, Random story... You can found all random things on here :)
Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts
Friday, 22 March 2019
Wednesday, 19 April 2017
Sekedar Coretan Part 11
Halo, maaf selama ini saya menghilang entah kemana. Yah buat anda-anda yang pernah baca blog ini pasti tahu dua tahun belakangan adalah waktu yang berat untuk saya. Yes, i'm really aware of that...
Actually, saya mau cerita sesuatu soal hari ini (lebih tepatnya ngeluh)...
19th April 2017
Today is my hometown, DKI Jakarta, Governor Election but too bad i can't use my vote because i'm still studying in Bali...
On a bold note, saya tadinya gak mau hak pilih saya gak dipake hari ini tapi saya mesti lanjutin kuliah biar bisa lulus (dan ternyata hari ini, gak ada dosen karena ada ujian proposal tugas akhir di kampus saya sebanyak 41 orang marathon dari hari Senin... Kebetulan sekali ya) dan kelarin beban yang kemarin udah saya lakukan...
Anyways, i always thought people of my hometown are nice and smart. With all issue surrounding this election, i always thinking like that, but today proves me wrong... I've made a big mistake by judging them like that...
Kalau ditanya apakah saya sedih atau apa melihat paslon yang saya dukung kalah, jawabannya iya. Tapi saya lebih merasa kecewa dan marah actually dibandingkan dengan sedih, gak ada bandingannya sama sedihnya...
Kecewa karena saya salah menilai warga kota kelahiran saya sendiri dan marah karena ada orang baik yang disia-siakan. Ya, menurut saya yang baru saja kalian sia-siakan adalah orang yang baik. Persetan dengan segala isu yang dilemparkan ke dia, intinya adalah dia orang baik yang membangun kota saya menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Saya gak bisa menyalahkan siapa-siapa, tapi saya kecewa sekali pada warga kota kelahiran saya. Saya harap mereka gak menyesal dengan pilihan mereka nanti apapun yang terjadi ke depannya, karena saya siap menertawakan anda dan mengingatkan anda akan pilihan anda hari ini. Ini resiko yang warga kota saya pilih. Religion and Race issues are the best weapons on politics aren't it? Today, Jakarta already proved that...
Cukup dengan keluhannya, sekarang saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Anies Baswedan dan Pak Sandiaga Uno yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta yang baru, semoga kalian berdua bisa bertugas dengan baik ke depannya. Dan bagi Pak Basuki Thahaja Purnama dan Pak Djarot Saiful Hidayat, terima kasih sudah membimbing dan membangun kota Jakarta menjadi kota yang sedikit lebih maju dari sebelumnya. Mungkin kalian berdua bisa kali liburan setelah turun jabatan. It's finally ended, Sir, both of you can rest for a while now...
By the way, saya pernah bilang saya takut kalau Jakarta akan berubah jadi Amerika hari ini suatu hari, semoga apa yang saya takutkan ini tidak terjadi yah...Tapi kalau memang terjadi, sepertinya saya harus berpikir untuk pindah kota atau malah pindah negara nantinya... Saya takut sama ormas, really... They are worse than anything dan karena saya minoritas saya gak mau jadi korban mereka nantinya...
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan sih di post ini, uneg-uneg sebagai rasa kekecewaan saya, tapi hasil quick count sudah keluar dan kemungkinan besar hasil akhirnya gak akan jauh dari quick count, so yeah... Cuma berharap pendukung mereka gak jumawa karena menang lumayan jauh... Mengutip kata-kata Pak Basuki aja di conference tadi, "Tuhan yang kasih kuasa, Tuhan juga yang bisa cabut kuasanya"
Jangan lupa untuk Pak Anies sama Pak Uno... Janjinya kami tagih ya setelah dilantik nanti, we will watched you... *kasih isyarat pake jari*
Dan untuk warga yang memilih mereka hari ini, 57% sekian, jangan ngeluh di twitter atau di facebook ya nanti kalau ada masalah, kan kalian yang milih, saya mah ongkang-ongkang kaki aja di Bali... Gak apa kan kalau saya ketawain kalian kalau kalian ngeluh di sosmed nantinya? Ufu...
-------------------------------------------------------------------------------------------------
INTERMEZZO
Sepertinya stock meme untuk lima tahun ke depan gak akan berkurang deh, kan ada meme generator... *IYKWIM*
Actually, saya mau cerita sesuatu soal hari ini (lebih tepatnya ngeluh)...
19th April 2017
Today is my hometown, DKI Jakarta, Governor Election but too bad i can't use my vote because i'm still studying in Bali...
On a bold note, saya tadinya gak mau hak pilih saya gak dipake hari ini tapi saya mesti lanjutin kuliah biar bisa lulus (dan ternyata hari ini, gak ada dosen karena ada ujian proposal tugas akhir di kampus saya sebanyak 41 orang marathon dari hari Senin... Kebetulan sekali ya) dan kelarin beban yang kemarin udah saya lakukan...
Anyways, i always thought people of my hometown are nice and smart. With all issue surrounding this election, i always thinking like that, but today proves me wrong... I've made a big mistake by judging them like that...
Kalau ditanya apakah saya sedih atau apa melihat paslon yang saya dukung kalah, jawabannya iya. Tapi saya lebih merasa kecewa dan marah actually dibandingkan dengan sedih, gak ada bandingannya sama sedihnya...
Kecewa karena saya salah menilai warga kota kelahiran saya sendiri dan marah karena ada orang baik yang disia-siakan. Ya, menurut saya yang baru saja kalian sia-siakan adalah orang yang baik. Persetan dengan segala isu yang dilemparkan ke dia, intinya adalah dia orang baik yang membangun kota saya menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Saya gak bisa menyalahkan siapa-siapa, tapi saya kecewa sekali pada warga kota kelahiran saya. Saya harap mereka gak menyesal dengan pilihan mereka nanti apapun yang terjadi ke depannya, karena saya siap menertawakan anda dan mengingatkan anda akan pilihan anda hari ini. Ini resiko yang warga kota saya pilih. Religion and Race issues are the best weapons on politics aren't it? Today, Jakarta already proved that...
Cukup dengan keluhannya, sekarang saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Anies Baswedan dan Pak Sandiaga Uno yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta yang baru, semoga kalian berdua bisa bertugas dengan baik ke depannya. Dan bagi Pak Basuki Thahaja Purnama dan Pak Djarot Saiful Hidayat, terima kasih sudah membimbing dan membangun kota Jakarta menjadi kota yang sedikit lebih maju dari sebelumnya. Mungkin kalian berdua bisa kali liburan setelah turun jabatan. It's finally ended, Sir, both of you can rest for a while now...
By the way, saya pernah bilang saya takut kalau Jakarta akan berubah jadi Amerika hari ini suatu hari, semoga apa yang saya takutkan ini tidak terjadi yah...Tapi kalau memang terjadi, sepertinya saya harus berpikir untuk pindah kota atau malah pindah negara nantinya... Saya takut sama ormas, really... They are worse than anything dan karena saya minoritas saya gak mau jadi korban mereka nantinya...
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan sih di post ini, uneg-uneg sebagai rasa kekecewaan saya, tapi hasil quick count sudah keluar dan kemungkinan besar hasil akhirnya gak akan jauh dari quick count, so yeah... Cuma berharap pendukung mereka gak jumawa karena menang lumayan jauh... Mengutip kata-kata Pak Basuki aja di conference tadi, "Tuhan yang kasih kuasa, Tuhan juga yang bisa cabut kuasanya"
Jangan lupa untuk Pak Anies sama Pak Uno... Janjinya kami tagih ya setelah dilantik nanti, we will watched you... *kasih isyarat pake jari*
Dan untuk warga yang memilih mereka hari ini, 57% sekian, jangan ngeluh di twitter atau di facebook ya nanti kalau ada masalah, kan kalian yang milih, saya mah ongkang-ongkang kaki aja di Bali... Gak apa kan kalau saya ketawain kalian kalau kalian ngeluh di sosmed nantinya? Ufu...
-------------------------------------------------------------------------------------------------
INTERMEZZO
Sepertinya stock meme untuk lima tahun ke depan gak akan berkurang deh, kan ada meme generator... *IYKWIM*
Labels:
Ahok,
Anies,
Djarot,
Election,
Governor Election,
Jakarta,
Random,
Sandiaga,
Sekedar Coretan
Friday, 3 June 2016
Grown Up To Be
BREAK: Wow... I just realized that my blog already read by 11k people... Thank you very much!! I will keep updating the blog post even with some more random things maybe hehehe XD
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenernya, ini post buat lucu-lucuan sih ya...
Tapi... Kadang gue agak takut juga buka kelakuan aneh ortu gue di blog... Tapi untuk post kali ini, kayaknya kalo gak dibuka gak bakalan jadi lucu postnya...
Ada yang pernah baca buku Kambing Jantan punyanya Raditya Dika?
Di salah satu babnya (gue lupa bab mana), dia pernah cerita kalo bokapnya itu terobsesi sama celana dalam... Yah lucu sih, buat yang baca... Cuma buat dianya, ya itu nightmare... Dan di bab itu dia sebegitu takutnya jika dia besar nanti, dia akan menjadi seperti bapaknya yang punya fetish ke celana dalam...
Actually... It's not just him...
Gue dan cowo gue juga punya suatu hal yang paling kita takutkan ketika kita jadi orang tua nantinya (atau dalam kasus gue, ketika gue udah gede, karena gue baru 21), yaitu kita bakalan jadi kayak orang tua kita...
Cowo gue banyak dibilang mirip sama bokapnya... Dan bokapnya itu punya hobi marah-marah di depan TV kalo lagi nonton berita, nonton film, dll... Jadi teriakan-teriakan setiap malam di rumahnya itu biasanya bersumber dari bapaknya yang marah-marah ngeliat jagoan di TV kok gak kalah-kalah, kok cupu banget, dan komentar lainnya kalo dia lagi nonton berita... Cowo gue sangat concern kalo dia grown up, dia akan jadi bapaknya nanti...
The same goes with me...
Nyokap gue punya hobi nawar barang... And nawarnya kadang gak kira-kira... Dia bahkan pernah berusaha untuk nawar tiket masuk Ancol yang nyatanya cuma 20k...
*facepalm*
Gak cuma itu... Pertanyaan pertama kalo kita lagi makan di sebuah restoran di mall atau dimanapun itu adalah, "Mbak/Mas, kartu kredit yang diskon di sini apa ya?" . Gak gitu, pls... Dan sama kayak cowo gue, gue takut kalo gue grown up nanti, gue akan jadi kayak dia yang nawar kadang gak pada tempatnya... I know, we are Chinese and nawar barang dengan harga sadis itu udah kayak ada dalam genetiknya orang Chinese, tapi gak gitu juga kali...
Buah emang jatuh gak jauh dari pohonnya... Tapi... Gak semuanya juga nurun ke anak, dan saya berharap, nawar barang dengan sadis (dan cowo gue berharap, marah-marah di depan TV) gak nurun juga ke kami...
-------------------------------------------------------------------------------------
INTERMEZZO:
Jadi gue abis buka FB, ngescroll random gitu terus nemu fotonya si Masbro.. Iya, Masbro yang itu...
Reaksi dalam hatinya sih: "Dude, he's changed a lot ya..."
Reaksi yang keluar: "Gendut banget!! Haha..."
I'm sorry, really... It's just lost somewhere when i see your picture, LOL...
Kadang emang orang lebih jujur lewat kata-kata dibandingkan lewat pikiran... Terlalu jujur malah...
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenernya, ini post buat lucu-lucuan sih ya...
Tapi... Kadang gue agak takut juga buka kelakuan aneh ortu gue di blog... Tapi untuk post kali ini, kayaknya kalo gak dibuka gak bakalan jadi lucu postnya...
Ada yang pernah baca buku Kambing Jantan punyanya Raditya Dika?
Di salah satu babnya (gue lupa bab mana), dia pernah cerita kalo bokapnya itu terobsesi sama celana dalam... Yah lucu sih, buat yang baca... Cuma buat dianya, ya itu nightmare... Dan di bab itu dia sebegitu takutnya jika dia besar nanti, dia akan menjadi seperti bapaknya yang punya fetish ke celana dalam...
Actually... It's not just him...
Gue dan cowo gue juga punya suatu hal yang paling kita takutkan ketika kita jadi orang tua nantinya (atau dalam kasus gue, ketika gue udah gede, karena gue baru 21), yaitu kita bakalan jadi kayak orang tua kita...
Cowo gue banyak dibilang mirip sama bokapnya... Dan bokapnya itu punya hobi marah-marah di depan TV kalo lagi nonton berita, nonton film, dll... Jadi teriakan-teriakan setiap malam di rumahnya itu biasanya bersumber dari bapaknya yang marah-marah ngeliat jagoan di TV kok gak kalah-kalah, kok cupu banget, dan komentar lainnya kalo dia lagi nonton berita... Cowo gue sangat concern kalo dia grown up, dia akan jadi bapaknya nanti...
The same goes with me...
Nyokap gue punya hobi nawar barang... And nawarnya kadang gak kira-kira... Dia bahkan pernah berusaha untuk nawar tiket masuk Ancol yang nyatanya cuma 20k...
*facepalm*
Gak cuma itu... Pertanyaan pertama kalo kita lagi makan di sebuah restoran di mall atau dimanapun itu adalah, "Mbak/Mas, kartu kredit yang diskon di sini apa ya?" . Gak gitu, pls... Dan sama kayak cowo gue, gue takut kalo gue grown up nanti, gue akan jadi kayak dia yang nawar kadang gak pada tempatnya... I know, we are Chinese and nawar barang dengan harga sadis itu udah kayak ada dalam genetiknya orang Chinese, tapi gak gitu juga kali...
Buah emang jatuh gak jauh dari pohonnya... Tapi... Gak semuanya juga nurun ke anak, dan saya berharap, nawar barang dengan sadis (dan cowo gue berharap, marah-marah di depan TV) gak nurun juga ke kami...
-------------------------------------------------------------------------------------
INTERMEZZO:
Jadi gue abis buka FB, ngescroll random gitu terus nemu fotonya si Masbro.. Iya, Masbro yang itu...
Reaksi dalam hatinya sih: "Dude, he's changed a lot ya..."
Reaksi yang keluar: "Gendut banget!! Haha..."
I'm sorry, really... It's just lost somewhere when i see your picture, LOL...
Kadang emang orang lebih jujur lewat kata-kata dibandingkan lewat pikiran... Terlalu jujur malah...
Labels:
#RandomHariIni,
Funny Stories,
Intermezzo,
Masbro,
My Life,
Off Topics,
Random
Tuesday, 3 November 2015
Review Random nan Sotoy (RRS): Tekken 7 (Arcade Version: J04)
Jadi kemaren kan sempet pulang Jakarta beberapa hari dan lumayan lah dapet waktu main tiga harian pas balik itu... Lumayan bisa dipake buat ngetest game baru, alias Tekken 7 XD
By the way, review ini cuma ambil sedikit sudut pandang non pro iseng aja, kalo ada sesuatu yang terasa offensive, mohon dimaafkan...
Intro
Gue mulai masuk ke dalam dunia Tekken itu sejak 7 tahun yang lalu mungkin pas akhir Tekken 5 DR dan mulai masa transisi masuk ke Tekken 6 waktu itu... Gue kenal Tekken dengan cara yang sedikit berbeda dengan orang lain. Kalau orang main Tekken biasanya dari seri awal (seri PS1 : Tekken 1-3), gue kenal Tekken justru dari Tekken 5 dulu baru main ke Tekken 3, karena pada masa itu gue belom punya PS 2, setelah masuk SMP gue baru punya PS 2 dan lanjut main di Tekken 5. Balik lagi, gue mulai terjun ke dunia arcade awal 2008, pas Tekken 6 baru keluar di Indonesia setelah kenal di sebuah forum namanya Indotekken. Gue sebagai pemain bukan pemain jago sih cukup menarik dengan segala kesulitan di gamenya karena gue pemain baru saat itu. Tapi tetep aja seru karena komunitas Tekken arcade saat itu hidup banget, apalagi setelah itu ada expansion Bloodline Rebellion segala dan berlanjut ke TTT2.
2014an kalo gak salah, Namco mulai umumin soal Tekken 7 dan gue mulai kayak tertarik balik setelah hiatus di TTT2. Setelah Jepang akhirnya dapet duluan di Februari 2015, dan Korea gak lama setelahnya, kita di SEA dapet ngerasain gamenya juga mulai awal Oktober kemaren, hanya saja karena gue emang lagi di luar kota, makanya gue baru bisa mulai main pas akhir Oktober kemaren, berhubung juga gue memang balik sengaja mau nyoba Tekken 7 doang (ini serius loh)
Ada 2 lokasi yang bisa lu datengin jika mau mencoba Tekken 7 di Jakarta. Yang pertama Puri XXI di daerah Jakarta Barat dan yang kedua Gading XXI di Jakarta Utara. Ini saran dari gue, kalo lu mau mencari tempat yang selalu rame setiap hari, banyak pemain jagonya dan elu udah yakin dengan skill yang lu punya, gue persilahkan elu ke Puri XXI karena emang di sana mayoritas "penghuninya" adalah pemain-pemain jago (R-Tech, Hero, Pyro, Jovian, Javier, Lee_yo, Kyoshiro, dll). Tapi kalau elu belom merasa yakin dengan skill yang elu punya, pengen ngarepin scene Tekken yang normal, atau mau nyari tempat latihan yang agak sepi, silahkan datang ke Gading XXI karena memang di sana (berdasarkan hasil pantauan dua hari main di sana) sepi pas hari biasa walaupun emang tempatnya punya reguler masing-masing (Brother_Dyon, Abhi, Irvan Dreamcatcher, dan kalo main maleman dikit bisa ketemu pemain Korea namanya Lee a.k.a Soonfal), tapi Sabtu dan Minggu biasanya isinya cuma random player dan lebih gampang naikin kartu untuk yang belum percaya diri dengan skillnya.
Oke, kita lanjutkan ke bagian berikutnya...
Gameplay
Sebelom masuk bagian intinya, gue mau menjelaskan dulu beberapa hal soal perubahan gameplay di Tekken 7
Tekken 7 nerapin tiga sistem baru yang beda dari dua seri Tekken sebelum yang punya sistem kurang lebih sama (Tekken 6 dan TTT2). Yang pertama adalah tailspin, di Tekken 6 dulu kalau mau extender juggle seperti yang kita tahu kita harus gunakan suatu move yang disebut dengan bound. Ketika move bound dipake, kaki char yang kena gerakan itu akan sedikit keangkat dan bikin kita bisa extent juggle yang kita pake. Di Tekken 7, sistem ini dihapus dan diganti sama sistem namanya tailspin. Sifatnya kurang lebih sama kayak bound, tapi char yang kena tailspin akan mental lebih jauh dibandingkan dengan saat dulu dibound, sehingga kita juga gak bisa pake move dengan hit terlalu banyak karena ketika kita lakukan tailspin, si karakter yang kena bakal mental jauh banget dan extent juggle yang kita masukin belum tentu kena ke mereka.
Kedua adalah Power Crush. Ability ini kalau dipake di saat yang sama dengan musuh mengeluarkan sebuah move, kita akan menyerap damagenya tanpa kena efek serangnya dan serangan kita yang akan masuk ke musuh. Tapi perlu diperhatikan juga karena kadan damage seranga musuh yang kita serap lebih banyak daripada damage yang kena ke musuh... Ya kecuali kayak punya Hwoarang yang power crushnya ngejuggle, itu beda lah ya...
Ketiga dan terakhir adalah sistem Rage Arts. Ada yang masih inget Rage? Rage adalah Keadaan ketika bar HP kita udah berkurang sampe tinggal dikit (20% ke bawah kalo gak salah), maka bar HPnya bakalan kedip2 warna merah, biasanya efeknya nambah damage serangan sekitar 10% kalo gak salah. Ini sistem yang sebenernya udah diterapin di Tekken 6, tapi di Tekken 7 dapet sedikit modifikasi. Ketika char kita rage di Tekken 7, char yang kita gunain bisa menggunakan Rage Arts, semacem special move yang cuma bisa digunakan ketika keadaan Rage (dengan catatan, setelah dipake, Rage karakter kita akan ilang). Damage clean hitnya termasuk gede tapi kecil kalau dimasukkan ke dalam ender juggle. Property move ini sama seperti power crush, ketika lu pake gerakan apa, dia akan tetap tembus (kena) ke musuh, dengan catatan juga health yang kita punya masih cukup setelah kena gerakan dari lawan. Kelemahan sistem ini adalah bisa diblock atau ditundukkin (full crouch), bisa juga di SS (sidestep) serta minusnya lumayan besar. Jadi kalau meleset, ya siap-siap aja bertemu ajal (ya gak gini juga sih, tergantung mainnya gimana... Kalau gak rapi ya resikonya langsung mati abis diblock). Oh iya, Rage Arts juga bisa diparry (untuk reversal, belom ada buktinya bisa atau gak, tapi kalau parry udah bisa) serta tiap karakter punya property hit yang beda-beda (hitnya bisa low (Lucky Chloe), High (Alisa, dll), atau mid (Asuka, dll)), beberapa juga punya property pushback ketika on block...
Pertama kali nyoba main game ini ternyata gak sesusah ketika transisi dari Tekken 5 ke 6. Mungkin juga karena gue udah ngerasain sistem bound segala macem dari Tekken 6 jadi ketika di Tekken 7 ada sistem tailspin yang mirip-mirip bound, udah gak kagok lagi. Dan sekarang juga gue udah harus pinter-pinter manage life bar karena mainnya kembali lagi jadi 1 orang aja. Damage scalling di game ini juga agak aneh, kadang juggle panjang damagenya cuma seiprit, tapi poking dikit-dikit bisa kadang sisa setengah life bar lu...
Selebihnya, gue udah nyaman sih sama game ini, mungkin buat yang belom biasa sama tailspin bisa nyoba-nyoba lancarin juggle+bound+ender dulu di Tekken 6 atau TTT2. Soalnya ngebantu banget buat pelajarin lagi sistem tailspin yang punya mekanisme kurang lebih sama.
Oh iya, buat yang seneng sama sistem floor break, balcony break dan kawan-kawannya, sekarang ada multiple floor break di salah satu stage, so let's the party begin with floor break...
Grafik
Dari awal sih game ini dipake Unreal Engine 4, dan gue liat dimana-mana gambarnya sih bagus . Silahkan cari aja sendiri beberapa cuplikan orang main di Youtube, berani jamin gambarnya termasuk oke.
Tapi kemaren pas masuk Indo, si Dyon sempet bilang gambarnya ada beberapa kayak pecah-pecah gitu pikselnya dan emang gue buktiin sendiri gitu sih, terutama di stage hutan (Jungle Outpost) dan stage salju (Arctic Snowfall). Di beberapa stage kadang malah lag karena ada beberapa effect, seperti di stage atap gedung (Twilight Conflict). Kalo kata Liz sih, katanya karena kita di Indonesia masih pakai mesin Tekken 6 jadi belum mensupport penuh engine Tekken 7, jadi ada beberapa fitur yang tampil kurang oke.
Sistem (Multiplayer Mode, Practice Mode, VS CPU Mode)
Di sini gue berbicara mengacu pada sistem mesinnya, bukan gameplay lagi...
Sekarang mesin di Indonesia sistemnya jadi satu mesin satu pemain, bukan satu mesin dua pemain lagi kayak dulu. Ini mungkin karena mereka pengen buat pemain juga ngerasain sistem Pick Side. Kita bisa milih mau main di posisi Left atau posisi di layar. Contoh, elu pick posisi Left, maka char lu ada di posisi player 1 di layar, begitu juga sebaliknya. Ini gak berpengaruh sama lawan lu, karena lawan lu bisa milih posisi yang sama dengan posisi yang lu ambil karena kedua layarnya terpisah. Sistem ini aslinya dibuat untuk pemain yang misal EWGFnya gak lancari di player 2, atau dash kurang lancar di player 2 dsb...
Gue rasa, ke depannya pas mesinnya ditambah, kita bisa main sama pemain di mesin yang cukup jauh sama kita asal tergabung dalam jaringannya aja (kalo mau tau tergabung atau gak mesinnya, sebelum main ditampilin pilihan siapa aja yang lagi main dan bisa ditantangin).
Updatean paling keren sih Revenge Match, satu sistem yang bikin elu bisa nantangin orang yang ngalahin elu tanpa perlu balik ngetap kartu dan balik ke layar pilih char dan pilih stage. Kalau kena demotion risk dan gak pengen kartu lu turun, pilih Special Revenge Match (tapi ya lu harus masukkin dua kredit sih). Cuma ya jadi rese banget, kadang lagi rame terus pemain di depan yang lagi maen di mesin terus-terusan Revenge Match... Kapan maennya kalo gitu?
Selain itu juga ada Practice mode di game ini, lumayan lah walaupun cuma 5 menit, hampir semua option yang biasa elu jumpai di Practice mode Tekken itu ada, kecuali capture move..
VS CPU sekarang cuma 5 stage, sub boss Heihachi, final boss Kazumi. Kalau elu ngalahin Kazumi sekali, dia akan berubah jadi Devil Kazumi di stage berikutnya (buat yang main TTT2, mirip-mirip sama Unknown). Kabar gembiranya, Kazumi dan versi Devilnya gak serese Unknown di TTT2 yang udah kayak lawan pemain beneran, jadi harusnya cukup mudah buat dilawan (ya gak cupu juga sih itungannya, so-so lah... Yang rese itu terutama macannya dan lasernya)

Character
For me, 27 itu terlalu dikit... Masih banyak char inti yang belum masuk kayak Lei, Nina, Lee, Eddy, Mokujin, bahkan Kuma yang maskotnya game ini sendiri belom masuk...
Firasat sih bilang bakal ada versi *R game ini, dan karakter-karakter yang belom nongol saat ini bakalan masuk di sana (kecuali beberapa yang emang udah ditandakan gak akan masuk lagi)
Costumization and Card
Say goodbye to ghost mode... Sampe sekarang belom pernah liat ada yang main lawan ghost, jadi gue asumsikan sistem ini keknya dihapus... Gak tau tapi ke depannya...
Untuk sekarang sistem costumization itu ngedevelop item. Bingung? Jadi begini, Tekken 7 udah gak nerapin sistem beli item untuk costumization lagi sekarang (gold itu dipake untuk beli title, tile, panel, dll segala macem yang berhubungan dengan player, bukan character), semua item costumization itu didapet dari gacha (kadang dari item box juga yang bisa didapatkan kalau point anda pas main udah 1000). Gak sampe situ, yang kita dapet di gacha juga bukan itemnya langsung, tapi blueprint... Blueprint itu bisa didevelop pake orb yang kita dapetin dari daily bonus (iya, sekarang sistemnya daily bonus. Dateng aja ke arcade tiap hari terus tempelin kartu lu deh di mesin Tekkennya) atau item box. Orb dan blueprint nya pun macem-macem raritynya (*3 sampe *5 kalo gak salah). Baru dari situ kita bisa dapetin item untuk costumization char kita. Untuk bagian ini gue belum terlalu ngerti karena masih baru juga... So i will update it later maybe...
Kabar gembira lainnya, kalau elu pakai banapass dari TTT2 (lu pernah main TTT2 di banapass itu) dan ada char elu yang ranknya 1 Dan, otomatis char lu di Tekken 7 juga akan 1 Dan semua ranknya (dengan catatan elu harus main 1 char sampe 1 Dan dulu, baru berlaku)
Harga
Ketakutan yang dulu sempet gue sebutkan akhirnya kejadian... Harga sekali mainnya 10k men... Iya, Rp. 10.000,00... Gile, gak masuk akal banget... TTT2 aja udah gak masuk akal, apalagi sekarang udah main cuma satu char aja... Mungkin sudah saatnya ada pergerakan di antara pemain Tekken untuk menuntut keadilan :p
Overall
Kalo main sekali-sekali ini game masih oke sih, malah kalo kita jarang main asal ke arcade tiap hari juga gak papa. Toh bisa ngambil daily bonus kan...
Overall, gue seneng sama seri baru ini, berharap biar ada tambahan character berikutnya karena sekarang variasi charnya terlalu dikit juga...
Karena ini review sotoy-sotoyan aja, gue juga gak mau komentar banyak sih, silahkan komentar sendiri aja di bawa kalau mau haha... Mau tanya-tanya juga silahkan, gue akan coba jawab sebisa gue
Link
Character move list + juggle (video):
https://www.youtube.com/playlist?list=PLUw8WndM3KBO5HFDywrb9mTmwdCOO0ozN
Forum Diskusi Tekken (International):
http://www.tekkenzaibatsu.com/forums/
Forum Diskusi Tekken (Indonesia):
http://www.indotekken.com/forums/forums.php
Info Game
Tekken 7
Harga: 10 k per sekali main
Lokasi: Puri XXI (1 pasang), Gading XXI (1 pasang)
By the way, review ini cuma ambil sedikit sudut pandang non pro iseng aja, kalo ada sesuatu yang terasa offensive, mohon dimaafkan...
Intro
Gue mulai masuk ke dalam dunia Tekken itu sejak 7 tahun yang lalu mungkin pas akhir Tekken 5 DR dan mulai masa transisi masuk ke Tekken 6 waktu itu... Gue kenal Tekken dengan cara yang sedikit berbeda dengan orang lain. Kalau orang main Tekken biasanya dari seri awal (seri PS1 : Tekken 1-3), gue kenal Tekken justru dari Tekken 5 dulu baru main ke Tekken 3, karena pada masa itu gue belom punya PS 2, setelah masuk SMP gue baru punya PS 2 dan lanjut main di Tekken 5. Balik lagi, gue mulai terjun ke dunia arcade awal 2008, pas Tekken 6 baru keluar di Indonesia setelah kenal di sebuah forum namanya Indotekken. Gue sebagai pemain bukan pemain jago sih cukup menarik dengan segala kesulitan di gamenya karena gue pemain baru saat itu. Tapi tetep aja seru karena komunitas Tekken arcade saat itu hidup banget, apalagi setelah itu ada expansion Bloodline Rebellion segala dan berlanjut ke TTT2.
2014an kalo gak salah, Namco mulai umumin soal Tekken 7 dan gue mulai kayak tertarik balik setelah hiatus di TTT2. Setelah Jepang akhirnya dapet duluan di Februari 2015, dan Korea gak lama setelahnya, kita di SEA dapet ngerasain gamenya juga mulai awal Oktober kemaren, hanya saja karena gue emang lagi di luar kota, makanya gue baru bisa mulai main pas akhir Oktober kemaren, berhubung juga gue memang balik sengaja mau nyoba Tekken 7 doang (ini serius loh)
Ada 2 lokasi yang bisa lu datengin jika mau mencoba Tekken 7 di Jakarta. Yang pertama Puri XXI di daerah Jakarta Barat dan yang kedua Gading XXI di Jakarta Utara. Ini saran dari gue, kalo lu mau mencari tempat yang selalu rame setiap hari, banyak pemain jagonya dan elu udah yakin dengan skill yang lu punya, gue persilahkan elu ke Puri XXI karena emang di sana mayoritas "penghuninya" adalah pemain-pemain jago (R-Tech, Hero, Pyro, Jovian, Javier, Lee_yo, Kyoshiro, dll). Tapi kalau elu belom merasa yakin dengan skill yang elu punya, pengen ngarepin scene Tekken yang normal, atau mau nyari tempat latihan yang agak sepi, silahkan datang ke Gading XXI karena memang di sana (berdasarkan hasil pantauan dua hari main di sana) sepi pas hari biasa walaupun emang tempatnya punya reguler masing-masing (Brother_Dyon, Abhi, Irvan Dreamcatcher, dan kalo main maleman dikit bisa ketemu pemain Korea namanya Lee a.k.a Soonfal), tapi Sabtu dan Minggu biasanya isinya cuma random player dan lebih gampang naikin kartu untuk yang belum percaya diri dengan skillnya.
Oke, kita lanjutkan ke bagian berikutnya...
Gameplay
Sebelom masuk bagian intinya, gue mau menjelaskan dulu beberapa hal soal perubahan gameplay di Tekken 7
Tekken 7 nerapin tiga sistem baru yang beda dari dua seri Tekken sebelum yang punya sistem kurang lebih sama (Tekken 6 dan TTT2). Yang pertama adalah tailspin, di Tekken 6 dulu kalau mau extender juggle seperti yang kita tahu kita harus gunakan suatu move yang disebut dengan bound. Ketika move bound dipake, kaki char yang kena gerakan itu akan sedikit keangkat dan bikin kita bisa extent juggle yang kita pake. Di Tekken 7, sistem ini dihapus dan diganti sama sistem namanya tailspin. Sifatnya kurang lebih sama kayak bound, tapi char yang kena tailspin akan mental lebih jauh dibandingkan dengan saat dulu dibound, sehingga kita juga gak bisa pake move dengan hit terlalu banyak karena ketika kita lakukan tailspin, si karakter yang kena bakal mental jauh banget dan extent juggle yang kita masukin belum tentu kena ke mereka.
Kedua adalah Power Crush. Ability ini kalau dipake di saat yang sama dengan musuh mengeluarkan sebuah move, kita akan menyerap damagenya tanpa kena efek serangnya dan serangan kita yang akan masuk ke musuh. Tapi perlu diperhatikan juga karena kadan damage seranga musuh yang kita serap lebih banyak daripada damage yang kena ke musuh... Ya kecuali kayak punya Hwoarang yang power crushnya ngejuggle, itu beda lah ya...
Ketiga dan terakhir adalah sistem Rage Arts. Ada yang masih inget Rage? Rage adalah Keadaan ketika bar HP kita udah berkurang sampe tinggal dikit (20% ke bawah kalo gak salah), maka bar HPnya bakalan kedip2 warna merah, biasanya efeknya nambah damage serangan sekitar 10% kalo gak salah. Ini sistem yang sebenernya udah diterapin di Tekken 6, tapi di Tekken 7 dapet sedikit modifikasi. Ketika char kita rage di Tekken 7, char yang kita gunain bisa menggunakan Rage Arts, semacem special move yang cuma bisa digunakan ketika keadaan Rage (dengan catatan, setelah dipake, Rage karakter kita akan ilang). Damage clean hitnya termasuk gede tapi kecil kalau dimasukkan ke dalam ender juggle. Property move ini sama seperti power crush, ketika lu pake gerakan apa, dia akan tetap tembus (kena) ke musuh, dengan catatan juga health yang kita punya masih cukup setelah kena gerakan dari lawan. Kelemahan sistem ini adalah bisa diblock atau ditundukkin (full crouch), bisa juga di SS (sidestep) serta minusnya lumayan besar. Jadi kalau meleset, ya siap-siap aja bertemu ajal (ya gak gini juga sih, tergantung mainnya gimana... Kalau gak rapi ya resikonya langsung mati abis diblock). Oh iya, Rage Arts juga bisa diparry (untuk reversal, belom ada buktinya bisa atau gak, tapi kalau parry udah bisa) serta tiap karakter punya property hit yang beda-beda (hitnya bisa low (Lucky Chloe), High (Alisa, dll), atau mid (Asuka, dll)), beberapa juga punya property pushback ketika on block...
Pertama kali nyoba main game ini ternyata gak sesusah ketika transisi dari Tekken 5 ke 6. Mungkin juga karena gue udah ngerasain sistem bound segala macem dari Tekken 6 jadi ketika di Tekken 7 ada sistem tailspin yang mirip-mirip bound, udah gak kagok lagi. Dan sekarang juga gue udah harus pinter-pinter manage life bar karena mainnya kembali lagi jadi 1 orang aja. Damage scalling di game ini juga agak aneh, kadang juggle panjang damagenya cuma seiprit, tapi poking dikit-dikit bisa kadang sisa setengah life bar lu...
Selebihnya, gue udah nyaman sih sama game ini, mungkin buat yang belom biasa sama tailspin bisa nyoba-nyoba lancarin juggle+bound+ender dulu di Tekken 6 atau TTT2. Soalnya ngebantu banget buat pelajarin lagi sistem tailspin yang punya mekanisme kurang lebih sama.
Oh iya, buat yang seneng sama sistem floor break, balcony break dan kawan-kawannya, sekarang ada multiple floor break di salah satu stage, so let's the party begin with floor break...
Grafik
Dari awal sih game ini dipake Unreal Engine 4, dan gue liat dimana-mana gambarnya sih bagus . Silahkan cari aja sendiri beberapa cuplikan orang main di Youtube, berani jamin gambarnya termasuk oke.
Tapi kemaren pas masuk Indo, si Dyon sempet bilang gambarnya ada beberapa kayak pecah-pecah gitu pikselnya dan emang gue buktiin sendiri gitu sih, terutama di stage hutan (Jungle Outpost) dan stage salju (Arctic Snowfall). Di beberapa stage kadang malah lag karena ada beberapa effect, seperti di stage atap gedung (Twilight Conflict). Kalo kata Liz sih, katanya karena kita di Indonesia masih pakai mesin Tekken 6 jadi belum mensupport penuh engine Tekken 7, jadi ada beberapa fitur yang tampil kurang oke.
Sistem (Multiplayer Mode, Practice Mode, VS CPU Mode)
Di sini gue berbicara mengacu pada sistem mesinnya, bukan gameplay lagi...
Sekarang mesin di Indonesia sistemnya jadi satu mesin satu pemain, bukan satu mesin dua pemain lagi kayak dulu. Ini mungkin karena mereka pengen buat pemain juga ngerasain sistem Pick Side. Kita bisa milih mau main di posisi Left atau posisi di layar. Contoh, elu pick posisi Left, maka char lu ada di posisi player 1 di layar, begitu juga sebaliknya. Ini gak berpengaruh sama lawan lu, karena lawan lu bisa milih posisi yang sama dengan posisi yang lu ambil karena kedua layarnya terpisah. Sistem ini aslinya dibuat untuk pemain yang misal EWGFnya gak lancari di player 2, atau dash kurang lancar di player 2 dsb...
Gue rasa, ke depannya pas mesinnya ditambah, kita bisa main sama pemain di mesin yang cukup jauh sama kita asal tergabung dalam jaringannya aja (kalo mau tau tergabung atau gak mesinnya, sebelum main ditampilin pilihan siapa aja yang lagi main dan bisa ditantangin).
Updatean paling keren sih Revenge Match, satu sistem yang bikin elu bisa nantangin orang yang ngalahin elu tanpa perlu balik ngetap kartu dan balik ke layar pilih char dan pilih stage. Kalau kena demotion risk dan gak pengen kartu lu turun, pilih Special Revenge Match (tapi ya lu harus masukkin dua kredit sih). Cuma ya jadi rese banget, kadang lagi rame terus pemain di depan yang lagi maen di mesin terus-terusan Revenge Match... Kapan maennya kalo gitu?
Selain itu juga ada Practice mode di game ini, lumayan lah walaupun cuma 5 menit, hampir semua option yang biasa elu jumpai di Practice mode Tekken itu ada, kecuali capture move..
VS CPU sekarang cuma 5 stage, sub boss Heihachi, final boss Kazumi. Kalau elu ngalahin Kazumi sekali, dia akan berubah jadi Devil Kazumi di stage berikutnya (buat yang main TTT2, mirip-mirip sama Unknown). Kabar gembiranya, Kazumi dan versi Devilnya gak serese Unknown di TTT2 yang udah kayak lawan pemain beneran, jadi harusnya cukup mudah buat dilawan (ya gak cupu juga sih itungannya, so-so lah... Yang rese itu terutama macannya dan lasernya)

Tiga gambar ini menunjukkan fitur-fitur dari Tekken 7. Ada menu practice mode (sebelah kiri), menu awal ketika pertama main (sebelah kanan), dan pick side mode (bawah)
Character
For me, 27 itu terlalu dikit... Masih banyak char inti yang belum masuk kayak Lei, Nina, Lee, Eddy, Mokujin, bahkan Kuma yang maskotnya game ini sendiri belom masuk...
Firasat sih bilang bakal ada versi *R game ini, dan karakter-karakter yang belom nongol saat ini bakalan masuk di sana (kecuali beberapa yang emang udah ditandakan gak akan masuk lagi)
Costumization and Card
Say goodbye to ghost mode... Sampe sekarang belom pernah liat ada yang main lawan ghost, jadi gue asumsikan sistem ini keknya dihapus... Gak tau tapi ke depannya...
Untuk sekarang sistem costumization itu ngedevelop item. Bingung? Jadi begini, Tekken 7 udah gak nerapin sistem beli item untuk costumization lagi sekarang (gold itu dipake untuk beli title, tile, panel, dll segala macem yang berhubungan dengan player, bukan character), semua item costumization itu didapet dari gacha (kadang dari item box juga yang bisa didapatkan kalau point anda pas main udah 1000). Gak sampe situ, yang kita dapet di gacha juga bukan itemnya langsung, tapi blueprint... Blueprint itu bisa didevelop pake orb yang kita dapetin dari daily bonus (iya, sekarang sistemnya daily bonus. Dateng aja ke arcade tiap hari terus tempelin kartu lu deh di mesin Tekkennya) atau item box. Orb dan blueprint nya pun macem-macem raritynya (*3 sampe *5 kalo gak salah). Baru dari situ kita bisa dapetin item untuk costumization char kita. Untuk bagian ini gue belum terlalu ngerti karena masih baru juga... So i will update it later maybe...
Kabar gembira lainnya, kalau elu pakai banapass dari TTT2 (lu pernah main TTT2 di banapass itu) dan ada char elu yang ranknya 1 Dan, otomatis char lu di Tekken 7 juga akan 1 Dan semua ranknya (dengan catatan elu harus main 1 char sampe 1 Dan dulu, baru berlaku)
Harga
Ketakutan yang dulu sempet gue sebutkan akhirnya kejadian... Harga sekali mainnya 10k men... Iya, Rp. 10.000,00... Gile, gak masuk akal banget... TTT2 aja udah gak masuk akal, apalagi sekarang udah main cuma satu char aja... Mungkin sudah saatnya ada pergerakan di antara pemain Tekken untuk menuntut keadilan :p
Overall
Kalo main sekali-sekali ini game masih oke sih, malah kalo kita jarang main asal ke arcade tiap hari juga gak papa. Toh bisa ngambil daily bonus kan...
Overall, gue seneng sama seri baru ini, berharap biar ada tambahan character berikutnya karena sekarang variasi charnya terlalu dikit juga...
Karena ini review sotoy-sotoyan aja, gue juga gak mau komentar banyak sih, silahkan komentar sendiri aja di bawa kalau mau haha... Mau tanya-tanya juga silahkan, gue akan coba jawab sebisa gue
Link
Character move list + juggle (video):
https://www.youtube.com/playlist?list=PLUw8WndM3KBO5HFDywrb9mTmwdCOO0ozN
Forum Diskusi Tekken (International):
http://www.tekkenzaibatsu.com/forums/
Forum Diskusi Tekken (Indonesia):
http://www.indotekken.com/forums/forums.php
Info Game
Tekken 7
Harga: 10 k per sekali main
Lokasi: Puri XXI (1 pasang), Gading XXI (1 pasang)
Labels:
Arcade,
Gading XXI,
Games,
Indotekken,
Puri XXI,
Random,
Review,
RRS,
Tekken,
Tekken 7,
Tekken Player,
Tekken Series,
Tekken Zaibatsu
Thursday, 15 October 2015
Dream A Dream Part 3
Kayaknya kemaren gue kebanyakan tidur ini, mentang-mentang kemaren libur jadi gue tidur aja seharian di rumah... Hasilnya gue kebangun jam segini dengan badan sakit semua... And yes, toda i have another dream (bukan soal temen gue yang meninggal itu tapi, i think dia udah cukup tenang dan gue juga udah gak pernah mimpiin dia lagi since Juli yang terakhir itu)
Orang bilang, kalo elu mimpiin orang yang belom pernah elu temuin, katanya lu akan ketemu orang itu di masa depan... Katanya ya tapi. Ini orang yang gue mimpiin sih gue sering liat di youtube wakakakaka, mereka salah satu youtuber yang shownya sering gue tonton hampir tiap hari kalo gak ada hiburan, sekedar ngakak aja liat mereka maen DotA 2 atau main GTA 5. Gue juga udah pernah liat orangnya sekali di dunia nyata, waktu itu PopCon 2015 hari kedua kalo gak salah dan ya itu, gue nemu mereka berdua secara random aja, tapi ya gak negor.... I don't have enough courage buat negor orang actually, karena gue sangat socially awkward hahahaha...
Back to story, di mimpi gue, gue ketemu sama mereka di satu tempat kayak... Entahlah, bukan hotel sih yang gue tau, semacem kayak model-model bar yang di Bali gitu, yang ada kolam renangnya wakakakak... Gak tau ngobrol apaan deh. Tapi entah kenapa di sana gue terlihat akrab sama mereka hahah... Ya mimpi sih apa juga bisa kejadian XD
Gue gak bisa bilang kalo gue akan ketemu mereka lagi di masa depan, i that so, yah ya udah hahaha... I love their show as a fan, gue sangat terhibur dengan shownya mereka dan kalo emang dapet kesempatan untuk akrab dengan mereka atau bahkan main bareng mereka, ya why not? Temen banyak kan lebih baik daripada gak sama sekali XD
Orang bilang, kalo elu mimpiin orang yang belom pernah elu temuin, katanya lu akan ketemu orang itu di masa depan... Katanya ya tapi. Ini orang yang gue mimpiin sih gue sering liat di youtube wakakakaka, mereka salah satu youtuber yang shownya sering gue tonton hampir tiap hari kalo gak ada hiburan, sekedar ngakak aja liat mereka maen DotA 2 atau main GTA 5. Gue juga udah pernah liat orangnya sekali di dunia nyata, waktu itu PopCon 2015 hari kedua kalo gak salah dan ya itu, gue nemu mereka berdua secara random aja, tapi ya gak negor.... I don't have enough courage buat negor orang actually, karena gue sangat socially awkward hahahaha...
Back to story, di mimpi gue, gue ketemu sama mereka di satu tempat kayak... Entahlah, bukan hotel sih yang gue tau, semacem kayak model-model bar yang di Bali gitu, yang ada kolam renangnya wakakakak... Gak tau ngobrol apaan deh. Tapi entah kenapa di sana gue terlihat akrab sama mereka hahah... Ya mimpi sih apa juga bisa kejadian XD
Gue gak bisa bilang kalo gue akan ketemu mereka lagi di masa depan, i that so, yah ya udah hahaha... I love their show as a fan, gue sangat terhibur dengan shownya mereka dan kalo emang dapet kesempatan untuk akrab dengan mereka atau bahkan main bareng mereka, ya why not? Temen banyak kan lebih baik daripada gak sama sekali XD
Monday, 28 September 2015
Sekedar Coretan Part 4
Selamat subuh, kembali berjumpa kembali dengan saya setelah menghilang 2 bulan...
Di bulan September ini belom ada banyak hal yang bisa mulai gue ceritakan lagi sih, beside saya lagi pusing soal DFD dan belom kelar juga dari jam 1 pagi tadi... Moga-moga sih kelar ya wkwkwkwk..
Okey, see you when i see you...
Di bulan September ini belom ada banyak hal yang bisa mulai gue ceritakan lagi sih, beside saya lagi pusing soal DFD dan belom kelar juga dari jam 1 pagi tadi... Moga-moga sih kelar ya wkwkwkwk..
Okey, see you when i see you...
Subscribe to:
Posts (Atom)

