BREAK: Actually, gue buka blog aslinya sih pengen ngelanjutin post kemaren soal Free! Tapi berhubung saya udah gerah dan hal ini bener-bener bikin muak lama-lama diliatnya, jadi.. Gue rasa gue harus ngomong ini...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gue masih gak ngerti... Orang itu terlalu gampang diadu domba atau gimana sih? Kayaknya ada gesekan kecil aja langsung ribut gede... I mean, kalo masalah udah bawa keluarga atau apa yang bener-bener menyinggung SARA segala gak apa deh langsung gede masalahnya. Lah ini cuma sekedar ribut soal giveaway atau masalah penolakan yang agak kurang enak didenger langsung ribut gede dan ngejatuhin orang. You don't even know what's the really matter of it! Bacanya di TL Twitter sama TL FB cuma bisa geleng-geleng kepala sambil ngehela napas aja...
Emang ada benernya orang bilang kalo masalah itu dipikirin dulu, ditelaah baik-baik akar masalahnya dan diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Bukan ngasal ngeroyok padahal belum tahu dengan jelas duduk perkara yang sebenarnya, oh man... Perumpamaannya kayak lu belum tau ini orang maling apa bukan tapi gak pake babibu lagi main hajar orangnya aja cuma karena kompor satu orang.
Dan satu hal yang lucu yang gue sadarin dari internet.. Ketika ada orang yang ngomong dengan bahasa kasar (kebun binatang dan kawan sebangsanya) kemudian elu tiba-tiba bilang gak suka karena terlalu kasar atau blablabla (alasan bullshit sok suci), itu lucu men... Lu tau kenapa? Gue gak pernah ketemu orang yang saking sucinya gak pernah ngomong kasar. Plis... Sama aja kayak elu bilang orang homo itu dosa dan lu gak mau temenan ama dia, padahal lu tau semua orang pernah bikin dosa termasuk elu, maka analoginya gak akan ada yang mau temenan sama elu... Karena ya pasti elu pernah bikin dosa... (dan gue segitu muaknya dengan orang sok suci...)
Ah sudahlah, apalah kata-kata saya ini.. Cuma curahan hati seorang gadis yang bosen TLnya dihujani dengan cacian, makian, hinaan dan tubir yang gak ada habis-habisnya.
Tapi plis ya... Segitu gampangnya kah seseorang diadu domba dalam masalah apapun hingga merasa dirinya sok suci dan lupa kalau dia pernah melakukan hal yang sama dengan hal yang ia tuduhkan ke orang lain? Well, only God knows ;)
The Noob's Profile
- HikariKazama (Reinscape)
- Random rant, Random reviews, Random story... You can found all random things on here :)
Showing posts with label Frontal. Show all posts
Showing posts with label Frontal. Show all posts
Saturday, 18 April 2015
Tuesday, 5 August 2014
Minor Thought: Not Sympathy
Ada banyak hal yang sebetulnya bikin gue ngerasa jadi gak simpatik sama orang-orang beberapa bulan ini. Gue bukannya gak mau peduli sama hal-hal yang ada di kehidupan saat ini.. Gue cuma gak mau terjerumus terlalu jauh ke dalam hal yang sama sekali gue gak ngerti dan gak gue pahami dengan jelas.
Contohnya pilpres deh yang paling jelas banget. Gue sih nyoblos yang "katanya" culun, plenga-plengo, bodoh, kampungan dan lain-lainnya yang dibilang orang, tapi ya.. Gue sih yakin aja sama apa yang gue pilih. toh bagi gue siapapun dia yang mimpin itu udah yang terbaik yang rakyat pilih dan harapan gue sih cuma 1 aja, jangan sampe ada orang Indonesia yang menderita di bawah kepemimpinannya dia. Untuk dia menang curang atau adil, yah, gue sih gak terlalu peduli sama beritanya curang atau benernya. Soalnya gue gak mau terlalu skeptis dan bilang "dia pasti bener" tapi ujung-ujungnya malu karena dia ketauan curang, ya kan? Sama berlakunya sih buat yang bilang si presiden terpilih sekarang curang tapi kalo ketauan tuduhannya salah kan dia juga yang malu...
Contoh lainnya : Palestina vs Israel.
Udah cukup Facebook gue dibombardir dengan segala macem bentuk foto, dukungan, gerakan boykot, gerakan demo, dan 1 like 1 pray serta hal-hal sejenisnya. Gak cuma Facebook men, kadang Twitter sama BBM juga, sampe bingung sendiri mesti diapain orang-orang kayak gini. Gue bukannya gak mau prihatin dengan hal-hal semacem itu.. Dan gue juga bukannya gak punya rasa simpati sama mereka yang kena musibah. Tapi gini, kalian tau gak jelasnya cerita Palestina vs Israel itu dimulai darimana? Gue juga gak mau nyinggung soal SARA di sini, tapi perlu diketahui: Gak hanya ada satu golongan dan satu agama saja di Gaza, tapi berbagai agama, suku, ras dan golongan di sana. I don't want to talk anything about this, i just want to said enough.. Kita gak tahu pihak mana yang bener dan pihak mana yang salah, secara kita gak bisa menjudge sesuatu dari satu sisi aja, karena dalam setiap masalah selalu setidaknya ada 2 pihak yang bertikai. Belum lagi dengan embel-embel lainnya, please man... Be more wise...
Ya intinya, gue gak mau jadi orang sok tau dan sok bener. Kadang suka kesel sendiri ketika elu mengutarakan pendapat lu dan cuma dibales dengan skeptis oleh seseorang, itu rasanya ngeselin. Pengen banget kan nendang ato mukul orangnya langsung cuma karena dia sok tau dan sok bener? Ya itu yang pengen gue lakukan pada setiap orang di sekitar gue yang sok tau dan sok bener, dan gue gak mau gue ikutan jadi kayak begitu. Sok tau dan sok bener itu boleh, tapi hanya bisa lu lakukan di saat dan waktu yang tepat serta di momen yang tepat pula. Untuk sesuatu yang sensitif kayak politik dan SARA, gue rasa itu bukan momennya buat sok tau dan sok bener...
Ps: Minor thought ini disuarakan dengan kesadaran dari penulis, jadi jika ada yang ingin protes, silahkan suarakan protes anda
Contohnya pilpres deh yang paling jelas banget. Gue sih nyoblos yang "katanya" culun, plenga-plengo, bodoh, kampungan dan lain-lainnya yang dibilang orang, tapi ya.. Gue sih yakin aja sama apa yang gue pilih. toh bagi gue siapapun dia yang mimpin itu udah yang terbaik yang rakyat pilih dan harapan gue sih cuma 1 aja, jangan sampe ada orang Indonesia yang menderita di bawah kepemimpinannya dia. Untuk dia menang curang atau adil, yah, gue sih gak terlalu peduli sama beritanya curang atau benernya. Soalnya gue gak mau terlalu skeptis dan bilang "dia pasti bener" tapi ujung-ujungnya malu karena dia ketauan curang, ya kan? Sama berlakunya sih buat yang bilang si presiden terpilih sekarang curang tapi kalo ketauan tuduhannya salah kan dia juga yang malu...
Contoh lainnya : Palestina vs Israel.
Udah cukup Facebook gue dibombardir dengan segala macem bentuk foto, dukungan, gerakan boykot, gerakan demo, dan 1 like 1 pray serta hal-hal sejenisnya. Gak cuma Facebook men, kadang Twitter sama BBM juga, sampe bingung sendiri mesti diapain orang-orang kayak gini. Gue bukannya gak mau prihatin dengan hal-hal semacem itu.. Dan gue juga bukannya gak punya rasa simpati sama mereka yang kena musibah. Tapi gini, kalian tau gak jelasnya cerita Palestina vs Israel itu dimulai darimana? Gue juga gak mau nyinggung soal SARA di sini, tapi perlu diketahui: Gak hanya ada satu golongan dan satu agama saja di Gaza, tapi berbagai agama, suku, ras dan golongan di sana. I don't want to talk anything about this, i just want to said enough.. Kita gak tahu pihak mana yang bener dan pihak mana yang salah, secara kita gak bisa menjudge sesuatu dari satu sisi aja, karena dalam setiap masalah selalu setidaknya ada 2 pihak yang bertikai. Belum lagi dengan embel-embel lainnya, please man... Be more wise...
Ya intinya, gue gak mau jadi orang sok tau dan sok bener. Kadang suka kesel sendiri ketika elu mengutarakan pendapat lu dan cuma dibales dengan skeptis oleh seseorang, itu rasanya ngeselin. Pengen banget kan nendang ato mukul orangnya langsung cuma karena dia sok tau dan sok bener? Ya itu yang pengen gue lakukan pada setiap orang di sekitar gue yang sok tau dan sok bener, dan gue gak mau gue ikutan jadi kayak begitu. Sok tau dan sok bener itu boleh, tapi hanya bisa lu lakukan di saat dan waktu yang tepat serta di momen yang tepat pula. Untuk sesuatu yang sensitif kayak politik dan SARA, gue rasa itu bukan momennya buat sok tau dan sok bener...
Ps: Minor thought ini disuarakan dengan kesadaran dari penulis, jadi jika ada yang ingin protes, silahkan suarakan protes anda
Labels:
Bacotan,
Frontal,
General,
Minor Thought,
My Life,
uneg-uneg,
Weird Things
Wednesday, 12 February 2014
Not Really Easy Life
Jadi mahasiswi rantauan itu gak gampang. Banyak banget halangan yang gue dapet setelah jadi anak rantau gini, mulai dari temen-temen yang gak bisa nerima gue, keluarga di sini yang sama sekali gak seneng sama gue, dan banyak hal lainnya. Rupanya gak cukup kali ya masalah jaman SMA, sampe-sampe kali ini gue dikasih lagi masalah yang hampir sama, bedanya hanya ruang lingkup lingkungan dan dengan siapa gue bermasalah yang berbeda.
Oh oke, dengan ini, untuk pertama kalinya gue akan ngomong, kalo gue ngerasa udah gak nyaman dengan orang-orang di jurusan yang gue pilih. Gak cuma sama kakak kelas, tapi sama semuanya, bahkan ke angkatan gue sendiri. Udah gak bisa menemukan lagi yang namanya pertemanan dan nikmatnya pertemanan kayak apa. Semua udah gue anggep kayak masa SMA gue, lebih baik gue berjuang sendirian buat hidup di sana, daripada mengharapkan bantuan orang tapi gue harus menyakiti diri gue sendiri dulu biar bisa menjalaninya dengan lebih tenang.
Sama aja dengan keluarga gue disini yang seperti gak mendukung cara hidup gue yang emang berinisiatif ingin membangun sesuatu yang baru dan beda dari sebelumnya. Gimana caranya gue bisa bangkit dari keterpurukan gue yang dulu-dulu kalau orang-orang di sekitar gue malah menyalahkan dan menghina apa yang gue usahakan kali ini
Singkat kata, gue udah muak dengan semua hal yang ada di sekeliling gue, di sini, di Bali.
Pertanyaannya sekarang, apa lo pengen gue mati biar lo semua puas dulu?
Oh oke, dengan ini, untuk pertama kalinya gue akan ngomong, kalo gue ngerasa udah gak nyaman dengan orang-orang di jurusan yang gue pilih. Gak cuma sama kakak kelas, tapi sama semuanya, bahkan ke angkatan gue sendiri. Udah gak bisa menemukan lagi yang namanya pertemanan dan nikmatnya pertemanan kayak apa. Semua udah gue anggep kayak masa SMA gue, lebih baik gue berjuang sendirian buat hidup di sana, daripada mengharapkan bantuan orang tapi gue harus menyakiti diri gue sendiri dulu biar bisa menjalaninya dengan lebih tenang.
Sama aja dengan keluarga gue disini yang seperti gak mendukung cara hidup gue yang emang berinisiatif ingin membangun sesuatu yang baru dan beda dari sebelumnya. Gimana caranya gue bisa bangkit dari keterpurukan gue yang dulu-dulu kalau orang-orang di sekitar gue malah menyalahkan dan menghina apa yang gue usahakan kali ini
Singkat kata, gue udah muak dengan semua hal yang ada di sekeliling gue, di sini, di Bali.
Pertanyaannya sekarang, apa lo pengen gue mati biar lo semua puas dulu?
Labels:
Bacotan,
Frontal,
Ilkom 2013,
kritik,
My Life
Wednesday, 25 December 2013
Replace? Yes, I Think So
Anyways, sebelom post dimulai, gue cuma mau mengucapkan Selamat Natal 2013 buat yang merayakan.
Bicara soal digantikan, gue rasa, itu semua yang ada di pikiran temen-temen baik gue. Gue ngerasa semua mulai berubah sejak gue balik ke Jakarta akhir Oktober lalu. Something that feel doesn't right.
Oke, mungkin pertanyaan pertama, gue digantikan oleh siapa. Jadi sekarang, mari kita sambut tokoh antagonis baru dalam hidup gue, namanya C. Tidak seperti antagonis lainnya, C ini mungkin hidupnya sangat perfect, berbeda dengan antagonis lainnya (tidak seperti B dan O pada 2 post sebelumnya, atau seperti V dan Y pada post di awal tahun 2013). Intinya, laki mana yang gak seneng deket sama dia? (FYI, dia cewe)
Yang lucu adalah, tidak seperti antagonis lainnya (lagi), sifatnya disini sebagai versi kloningan dari gue, hanya saja, seperti yang kalian ketahui di pelajaran Biologi bahwa kloning hanya akan menghasilkan generasi-generasi yang baik, maka sama seperti halnya si C ini. Dia adalah kloningan gue. Kenapa kloningan? Baiklah, akan gue jelaskan, melihat dari sisi seorang kloning:
1. Asal dari Jakarta (walaupun kotamadyanya beda)
2. Keturunan Chinese
3. Sipit pake kacamata, minus gak jauh sama gue
4. Pemain biola
5. Penggila anime
6. Saat gak ada kerjaan mainan kita sama pas gak ada wifi, tebak apa? yap, Temple Run
7. Gak bisa nyetir dan sekarang lagi berusaha buat nyetir tapi tak pernah terwujud padahal dua-duanya udah mau dibeliin kendaraan
Dari semua sisanya, dia yang lebih baik dari gue, mau itu cantiknya, "lady" nya (istilah yang dipake Bagus buat bilang kalo gue sama sekali gak cewe, alias tomboy), pinternya. Satu-satunya hal yang gue lebih menang dari dia adalah tinggi, itu aja.
Dan entah kenapa gue masih gak bisa terima jawabannya Bagus pas gue nanya apa dia naksir si C ini, dia malah balik nanya "cemburu ren?" trus marah-marah abis itu. Kok mencerminkan perilaku panik entah bagaimana di kepala gue. Tentu saja gue gak percaya sama jawaban dia berikutnya yaitu "enggak kok, aku anggep kamu sama kayak yang lain"
Gue inget dia pernah cerita, temen-temen dia sekarang pas kuliah sama dengan temen-temen ayahnya pas ayahnya kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, dan dalam lingkaran pertemanan 5 orang itu, ada 1 orang cewe chinese yang ikut nimbrung (dalam kasusnya Bagus, representasinya adalah gue). I mean, look now, gue rasa representasi itu udah diganti sama si C ini, secara lebih baik dia daripada gue
And now, maybe it should look like this:
Better if I never in there, huh?
Bicara soal digantikan, gue rasa, itu semua yang ada di pikiran temen-temen baik gue. Gue ngerasa semua mulai berubah sejak gue balik ke Jakarta akhir Oktober lalu. Something that feel doesn't right.
Oke, mungkin pertanyaan pertama, gue digantikan oleh siapa. Jadi sekarang, mari kita sambut tokoh antagonis baru dalam hidup gue, namanya C. Tidak seperti antagonis lainnya, C ini mungkin hidupnya sangat perfect, berbeda dengan antagonis lainnya (tidak seperti B dan O pada 2 post sebelumnya, atau seperti V dan Y pada post di awal tahun 2013). Intinya, laki mana yang gak seneng deket sama dia? (FYI, dia cewe)
Yang lucu adalah, tidak seperti antagonis lainnya (lagi), sifatnya disini sebagai versi kloningan dari gue, hanya saja, seperti yang kalian ketahui di pelajaran Biologi bahwa kloning hanya akan menghasilkan generasi-generasi yang baik, maka sama seperti halnya si C ini. Dia adalah kloningan gue. Kenapa kloningan? Baiklah, akan gue jelaskan, melihat dari sisi seorang kloning:
1. Asal dari Jakarta (walaupun kotamadyanya beda)
2. Keturunan Chinese
3. Sipit pake kacamata, minus gak jauh sama gue
4. Pemain biola
5. Penggila anime
6. Saat gak ada kerjaan mainan kita sama pas gak ada wifi, tebak apa? yap, Temple Run
7. Gak bisa nyetir dan sekarang lagi berusaha buat nyetir tapi tak pernah terwujud padahal dua-duanya udah mau dibeliin kendaraan
Dari semua sisanya, dia yang lebih baik dari gue, mau itu cantiknya, "lady" nya (istilah yang dipake Bagus buat bilang kalo gue sama sekali gak cewe, alias tomboy), pinternya. Satu-satunya hal yang gue lebih menang dari dia adalah tinggi, itu aja.
Dan entah kenapa gue masih gak bisa terima jawabannya Bagus pas gue nanya apa dia naksir si C ini, dia malah balik nanya "cemburu ren?" trus marah-marah abis itu. Kok mencerminkan perilaku panik entah bagaimana di kepala gue. Tentu saja gue gak percaya sama jawaban dia berikutnya yaitu "enggak kok, aku anggep kamu sama kayak yang lain"
Gue inget dia pernah cerita, temen-temen dia sekarang pas kuliah sama dengan temen-temen ayahnya pas ayahnya kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, dan dalam lingkaran pertemanan 5 orang itu, ada 1 orang cewe chinese yang ikut nimbrung (dalam kasusnya Bagus, representasinya adalah gue). I mean, look now, gue rasa representasi itu udah diganti sama si C ini, secara lebih baik dia daripada gue
And now, maybe it should look like this:
Better if I never in there, huh?
Friday, 5 July 2013
Don't Care About It..
Jadi, selamat datang kembali gue ucapkan ke diri gue sendiri setelah menghilang tanpa tanggung jawab selama, um... 4 bulan kali yah dari blog hina yang gue cintai ini
*tiup debu dashboard*
Well, gue masih dalam tahap liburan panjang setelah selesai UN yang memeras keringat, air mata dan otak. Lagipula, gue belum menemukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan dibandingkan tiduran di atas kasur, ngeliatin char nambang, ngeliatin orang berantem di chat world (apalagi menyangkut si "ehem"), dan yang lainnya. So far, keknya banyak anggota dari "Laskar Sakit Hati" atas perlakuan itu laki-laki ke cewe-cewe canaan (well, i admit itu. gue seneng kok dimainin, at least jadi bahan buat pengalaman hidup selanjutnya). Tapi yah, persetan lah sama itu laki, udah punya pengganti kok. Hidup gak berakhir hanya dengan kehilangan satu orang yang pernah jadi bagian hidup lo, ya gak?
Dan gue belom nemu tema baru buat gue jadiin bahan ocehan, kecuali "siapa ya yang kemaren mau tobat dari mainin cewe di real tapi ternyata masih nyari cewe di dunia maya"
*cough* pervert.. *cough*
*tiup debu dashboard*
Well, gue masih dalam tahap liburan panjang setelah selesai UN yang memeras keringat, air mata dan otak. Lagipula, gue belum menemukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan dibandingkan tiduran di atas kasur, ngeliatin char nambang, ngeliatin orang berantem di chat world (apalagi menyangkut si "ehem"), dan yang lainnya. So far, keknya banyak anggota dari "Laskar Sakit Hati" atas perlakuan itu laki-laki ke cewe-cewe canaan (well, i admit itu. gue seneng kok dimainin, at least jadi bahan buat pengalaman hidup selanjutnya). Tapi yah, persetan lah sama itu laki, udah punya pengganti kok. Hidup gak berakhir hanya dengan kehilangan satu orang yang pernah jadi bagian hidup lo, ya gak?
Dan gue belom nemu tema baru buat gue jadiin bahan ocehan, kecuali "siapa ya yang kemaren mau tobat dari mainin cewe di real tapi ternyata masih nyari cewe di dunia maya"
*cough* pervert.. *cough*
Subscribe to:
Posts (Atom)
